24 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mahasiswa Asal Aceh Tampilkan Likok Pulo dan Tarek Pukat di ICD Turki

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 24 February 2019 12:03 WIB

Para penari Tarek Pukat di Panggung ICD, Turki. @istimewa
Para penari Tarek Pukat di Panggung ICD, Turki. @istimewa

TURKI – Mahasiswa asal Aceh menampilkan tarian Likok Pulo dan Tarek Pukat pada acara  tahunan Indonesian Culture Day (ICD). Acara  Mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana Jurusan Kimia Analitik tersebut sudah berlangsung sejak 20 Februari 2019 di Erciyes University, Kayseri-Turki.

Acara ICD tersebut dilaksanakan setiap tahunnya di Turki. Pada kesempatan itu, para mahasiswa yang menjadi duta akan memperkenalkan budaya dari daerah asalnya. Salah satu tujuannya yakni mempererat kembali hubungan diplomatik antara Turki dan Aceh yang dulu pernah terjalin.

 “Kesempatan berada di luar negeri ini saya manfaatkan untuk memperkenalkan budaya sendiri ke mata dunia, khususnya Turki. Di sini, saya dan teman-teman melakukan serangkaian kegiatan budaya, pameran baju adat, kuliner daerah, penampilan tari daerah dan juga alat musik daerah. Semua itu ditampilkan pada acara tahunan ICD,” ujar Rizqan Maulana, Mahasiswa Program Studi Pasca Sarjana Jurusan Kimia Analitik di Erciyes University, Kayseri-Turki.

Melalui pesan whatsapp kepada portalsatu.com, Minggu, 24 Februari 2019, Rizqan menyebutkan, dalam lima tahun terakhir, Organisasi Perkumpulan Pelajar Indonesia di Kayseri-Turki (PPI Kayseri), menjadikan ICD sebagai rutinitas tahunan kampus Erciyes University, Kayseri.

ICD ke-5 telah dilaksanakan pada Rabu, 20 februari 2019 lalu di Auditorium Erciyes University. Turut hadir dalam acara, Wakil Rektor Erciyes University, Ketua PPI Turki Sdr. Darlis Aziz dan juga perwakilan dari KBRI Ankara.

“Selama lima tahun kegiatan ICD, tarian Likok Pulo dari Aceh menjadi salah satu penampilan andalan yang paling dinantikan oleh masyarakat Turki, dan juga mahasiswa asing dari negera lain. Sebagai anak Aceh, saya bangga bisa mempertahankan penampilan Likok Pulo bersama generasi muda lainnya. Tak hanya Likok Pulo, tahun ini kami juga mengembangkan dan menampilkan Meusaree-saree di ICD. Di sini saya sebagai salah satu pelatih tarinya,” terang Rizqan.

Dijelaskan, adapun serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam ICD, yaitu stand pakaian, makanan (kuliner), kreasi dan alat musik, dilanjutkan penampilan tari Sajojo, puisi, tari Kecak, tari Likok Pulo, permainan alat musik Angklung, silat, fashion show pakaian adat daerah Indonesia, tari Meusaree-saree dan ditutup dengan tari Maumere.

“Ke depan, kami juga akan mengembangkan tari Ranup Lampuan, Rapai Geleng dan tarian lainnya agar seni budaya Aceh bisa terus kita perkenalkan di negeri Ottoman. Selain ditampilkan di acara tahunan ICD, tim tari Likok Pulo dan Tarek Pukat juga pernah tampil di agenda-agenda lain, seperti festival budaya yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat, acara seni budaya yang diselenggarakan oleh pihak KBRI dan acara lainnya,” kata Rizqan.

“Harapan kami sebagai mahasiswa Aceh diperantauan, momen dan event-event seperti ini bisa mendapatkan perhatian dan juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait, khususnya Pemerintah Aceh bidang Sosial Budaya dan Pariwisata, sehingga dapat dikembangkan lebih baik ke depannya,” tutup Rizqan.[] rilis

Editor: Juli Amin

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.