26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Majelis Seniman Aceh Jadwalkan Penelitian Rapai Pase dan Canang Gayo

...

  • portalsatu.com
  • 22 February 2019 10:40 WIB

Peserta Rapat Majelis Seniman Aceh, di Meunasah Tuha Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Rabu, 20 Februari 2019. @Istimewa
Peserta Rapat Majelis Seniman Aceh, di Meunasah Tuha Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Rabu, 20 Februari 2019. @Istimewa

Majelis Seniman Aceh menjadwalkan penelitian tentang rapai Pase dan canang Gayo yang hasilnya selesai tahun 2019 ini. 

Penelitian tersebut akan dilakukan secara sistematis melalui tim kecil. Penelitian rapai akan dikoordinir oleh Muhammad Yusuf Bombang alias Apa Kaoy, dan penelitian canang Gayo dikoordinir oleh Rahmad Sanjaya. 

Demikian hasil rapat program kerja Majelis Seniman Aceh, Rabu 20 Februari 2019, di Meunasah Tuha, Taman Budaya Aceh, Banda Aceh. Rapat ini untuk mengisi sela waktu disahkannya organisasi yang akan menjadi perangkat daerah setingkat MPD, MPU, dan MAA tersebut. 

Pemandu acara rapat dimaksud, Thayeb Loh Angen, mengatakan, memilih penelitian Rapai Pase dan canang Gayo merupakan usulan Ketua Dewan Pengarah Majelis Seniman Aceh, yaitu H Sjamsul Kahar, yang disampaikan pada awal rapat. 

"Kita akan membentuk dua tim kecil untuk meneliti rapai Pase dan canang Gayo. Itu hasilnya diusahakan ada dalam tahun ini. Selain itu, sebagaimana arahan Ketua Dewan Pengarah dan Ketua Pengurus Majelis Seniman Aceh, tahun ini kita ingin dibuat dan disahkan qanun Aceh tentang Majelis Seniman Aceh," kata Thayeb yang juga Sekretaris umum organisasi yang dicetuskan akhir 2017 dan dibentuk pada awal 2018 tersebut.

Kata Thayeb, karena organisasi tersebut belum disahkan secara resmi tetapi sudah terbentuk, maka penelitian serius dilakukan secara sukarela dan sekedar belanja oprasionalnya akan dipikirkan bersama oleh para seniman yang bersedia.

"Organisasi ini, Majelis Seniman Aceh, sudah ada. Pengurusnya sudah ada. Visi misinya sudah ada. Program kerjanya sudah ada. Hanya SK pemerintah yang belum ada karena tengah diurus. Karena organisasi ini sudah ada, maka kita harus bekerja secara sukarela supaya organisasi ini ada gunanya untuk masyarakat Aceh dan dunia," kata Thayeb. 

Thayeb mengatakan, selain penelitian tersebut, Majelis Seniman Aceh juga akan membuat diskusi rutin sekedar menjalin silaturahim di sekretariat sementaranya, di salah satu ruangan kantor Taman Seni Dan Budaya Aceh (Taman Budaya).

"Setelah rapat kemarin malam, saya bicara dengan Ketua Majelis Seniman Aceh, Ayah Panton, kita sepakat, dalam waktu dekat, mungkin Maret ini, kita menemui Plt Gubernur Aceh dan Ketua DPRA untuk membuat dan mensahkan Qanun Aceh tentang Majelis Seniman Aceh," kata Thayeb.

Rapat yang berlangsung serius selama sekira dua jam tersebut dihadiri H Sjamsul Kahar, Moritza Thaher, Nazar Debus, Rafli Kande, Sarjev, Rahmad Sanjaya, Saiful Samsi, Azhar, Muhammad Yusuf Bombang, Muhammad, Ipoel Sajak, Thayeb Loh Angen, dan Jamaluddin.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.