26 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mapesa Buka Ruang Pameran Tentang Sejarah Setiap Hari

...

  • Jamaluddin
  • 10 September 2018 10:20 WIB

Anggota Mapesa sedang mendekorasi ruangan pameran data-data sejarah, di Kantor Mapesa di Punge Blang Cut, Banda Aceh, 9 September 2018 @Jamaluddin/portalsatu.com
Anggota Mapesa sedang mendekorasi ruangan pameran data-data sejarah, di Kantor Mapesa di Punge Blang Cut, Banda Aceh, 9 September 2018 @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH -  Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) mengubah kantornya di Jalan Bahagia No. 7 Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, menjadi ruang pameran sejarah.

"Bagi siapapun yang ingin berkunjung kemari sebaiknya menghubungi nomor contact person kami: 0823 61885751. Jika yang datang rombongan, kita juga bisa mempersiapkan porsonel untuk melayaninya dengan setulus hati," kata Ketua Mapesa, Mizuar Mahdi, Minggu, 9 September 2018.

Mapesa memamerkan sebanyak 35 gambar berbingkai berisi informasi tentang nisan, sejumah manuskrip, dan keramik peninggalan era Aceh Darussalam.

Pengunjung dapat melihat peninggalan sejarah mulai dari Lamuri abad 15 M, makam Amir Qura Khadijah (Kepala Perkampungan Khadijah) yang wafat pada 816 Hijriah (1414 M) hingga data nisan abad 18 M, batu nisan kubur Sri Purba Ratna abad 12 H/18 M.

Mapesa juga memamerkan manuskrip koleksi Pedir Museum milik Masykur Syafruddin berupa beberapa kitab karya tulis ulama dan intelektual Aceh zaman silam. Juga benda-benda keramik, piring era Aceh Darussalam, dan batu nisan yang diselamatkan di Gampong Jawa milik seorang ulama Syeikh Umar bin Abdullah dari abad ke 18 M.

"Umumnya batu-batu nisan yang ditemukan semua telah terbaca, namun belum semua dilakukan kajian terhadap penulisannya. Masih menanti giliran membacanya karena jumlah batu nisan yang kita temukan mencapai angka satu jutaan di seluruh Aceh. Seperti di Subulussalam, Singkil, dan Trumon belum ada kajian," kata Mizuar.

Mapesa akan berbagi informasi, mensosialisasikan atau menyampaikan kepada publik, terutama generasi muda tentang khazanah berbagai peninggalan sejarah Aceh yang masih tersisa saat ini dan bisa diambil i'tibar, motivasi dari semangat masa lalu. Mapesa berharap para pelajar bisa memanfaatkan waktu untuk mengunjungi ruang pameran tentang sejarah itu.

"Kami buka pintu untuk menerima, ataupun menjemput langsung para pelajar untuk menyaksikan gambar dilengkapi keterangan tentang tinggalan sejarah yang kami pamerkan ini," kata Mizuar.

Menurut Mizuar, gambar-gambar batu nisan yang dipamerkan itu dari zaman Kerajaan Lamuri hingga Kesultanan Aceh Darussalam, yang tersebar di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Banyak pengetahuan sejarah yang dapat dipelajari dari pameran tersebut.

"Bagaimana orang-orang Aceh masa lalu itu bisa maju, berkembang dengan zamannya itu dengan hasil kebudayaan yang melampaui daripada zaman mereka hidup itu," ujar Mizuar.

Adapun jadwal Mapesa menerima tamu setiap hari pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.