13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Pertunjukan Perdana 7-8 Desember 2018
'Membangkitkan Sifat Keacehan Lewat Teater Hikayat Prang Sabi'

...

  • Jamaluddin
  • 04 November 2018 13:30 WIB

@istimewa
@istimewa

"Lebih baik kita menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Walaupun kita tidak bisa menerangi secara luas, namun bisa memberi terang di sekeliling kita".

BANDA ACEH - Asisten Sutradara Teater The Spirit of Aceh adapted from Hikayat Prang Sabi karya Teungku Chik Pante Kulu, Mirja Irwansyah, mengatakan, pertunjukan perdana akan digelar di Indoor Taman Budaya Banda Aceh, 7-8 Desember 2018.

Teater Hikayat Prang Sabi adalah sebuah karya dari garapan sutradara Aceh Muhammad Yusuf alias Yusuf Bombang atau Apa Kaoy. Teater itu beralur cerita tentang adanya sebuah syair yang memiliki kekuatan sangat dahsyat yang digunakan masyarakat Aceh ketika perang dengan Belanda.

"Ureung yang beu-o seuit untuk jak meuprang peutheun bumoe Aceh nyoe, ketika mendengar Hikayat Prang Sabi kemudian semangatnya bangkit untuk berperang," kata Mirja, 3 November 2018.

Mirja menyebutkan, sutradara Teater Hikayat Prang Sabi telah mengombinasikan teater ini dengan alat-alat musik tradisi seperti rapai, dan juga beberapa adegan yang akan ditampilkan penari. Jadi, ada unsur dialog, teater, drama, dan musik live rapai langsung.

"Sutradara berharap ini bisa punya titik balik, dan berguna bagi penonton, bisa membangkitkan sifat keacehannya kembali. Kita mengatakan diri orang Aceh, 'Droeneuh pane ureung?' Jawabannya 'Lon ureung Aceh', tetapi bagaimana Aceh tidak mengetahui. Jadi, dengan ini bisa mengembalikan keacehan kita, the real orang Aceh," kata Mirja.

Mirja menambahkan, teater itu bercerita tentang bagaimana susahnya menyebarkan Hikayat Prang Sabi sehingga seluruh pasukan Aceh mengetahui adanya hikayat ini. "Nantinya penonton akan mengetahui bahwa narasinya adalah lebih panjang dari yang biasa dinyanyikan oleh para penyanyi".

"Pertunjukan ini layak ditonton oleh segala usia, karena jenis ini termasuk ke dalam realis sugestis, dengan menggunakan bahasa-bahasa yang ringan saja, bahasa sehari-hari hingga cocok untuk ditonton oleh anak-anak sekolah, mahasiswa, dan segala kalangan," kata Mirja.

Soal persiapan pertunjukan, Mirja mengatakan, teater itu membutuhkan tim sekitar 28 orang. Di antaranya, 15 orang penabuh rapai, dan 8 orang penari tradisional.

Saat pertunjukan teater, tarian akan ditarikan Sanggar Tari Keumala Intan Taman Budaya, beberapa penabuh rapai dari Sanggar Rapai Tuha Banda Aceh, juga Cut Aja Rizka akan berperan sebagai Teungku Fatimah, tokoh Teungku Chik akan diperankan oleh mantan Wagub Aceh Muhammad Nazar, musik akan ditata Moriza Taher, penata artistik akan dikemas Popon, penata animasi diproyektor akan diilustrasikan oleh Teuku Abdul Malik.

Di teater itu, Mirja selain menjabat asisten sutradara, juga ikut berperan sebagai tokoh Dalem Hasan, yakni murid sekaligus orang kepercayaan dari Teungku Chik, dan tokoh masyarakat.

"Sutradara menginginkan ini dikerjakan oleh ahlinya masing-masing, mudah-mudahan karya ini akan menjadi karya yang monumental. Untuk mewujudkan itu, tim akan bekerja maksimal," kata Mirja.

Ketika ingin bergabung dengan tim Teater Hikayat Prang Sabi, kata Mirja, syarat pertama, pemain harus bisa bahasa Aceh, bisa baca bahasa Aceh, juga cara bacanya sedikit harus bergaya hikayat.

Soal pengalamannya di dunia teater, sejak 2010 Mirja mulai bergabung dengan beberapa grup teater, juga kuliah di jurusan Teater ISBI Aceh di Jantho.

Mirja mengatakan, perumusan konsep teater hikayat yang sumber asalnya sangat bernuansa khas perjuangan Islam itu, serta dalam pertunjukan teater telah kombinasikan dengan hiburan Aceh, yakni tabuhan rapai dan tarian tradisional. Menurutnya, itu tidak akan bertentangan dengan syariat Islam.

"Di sini kita sedang berusaha membuat sesuatu, lebih baik kita menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan. Walaupun kita tidak bisa menerangi secara luas, namun bisa memberi terang di sekeliling kita," kata Mirja.[]
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.