20 August 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Nikah Siri

...

  • SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
  • 09 January 2017 11:15 WIB

Pemberitaan mengenai kasus nikah siri seorang pejabat yang berakhir dalam waktu singkat menghiasi media massa pada beberapa pekan lalu. Diskursus mengenai nikah siri pun menjadi topik hangat di berbagai forum diskusi dan seminar. Nikah siri menjadi problematika masyarakat sosial yang mengemuka di penghujung tahun 2012.

Fenomena nikah siri ini juga menarik untuk dilihat dari sisi kebahasaan. Tentu yang dilihat adalah penulisan kata “siri” di belakang kata nikah. Beberapa orang menganggap penulisan nikah siri yang paling afdal adalah dengan dengan menambahkan huruf r pada kata siri menjadi sirri. Alasan yang mereka kemukakan adalah bahwa kata sirri dipungut dari akar kata bahasa Arab sirrun (bentuk tunggal) dan asrârun (bentuk plural) yang bermakna rahasia. Berdasarkan asal kata tersebut, penulisan yang tepat menurut mereka adalah nikah sirri (dengan dua huruf r). 

Asal kata nikah siri sebagaimana yang diungkapkan di atas memang benar berasal dari bahasa Arab. Kata siri, dalam Kamus Al-Munawir, berasal dari kata sirrun (rahasia), sirron (dengan diam-diam), dan as-sirriyyu (secara rahasia, sembunyi-sembunyi, misterius). Namun, perlu diingat juga bahwa bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia sebenarnya telah diatur dalam Pedoman Umum EYD berupa cara penulisan unsur serapan.  Di antara aturan penulisan unsur serapan yang terdapat dalam buku tersebut dinyatakan bahwa konsonan ganda menjadi konsonan tunggal kecuali kalau dapat membingungkan. Berdasarkan aturan baku tersebut, penulisan yang benar adalah nikah siri karena kata sirru, sirron, dan as-sirriyyu telah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Keabsahan kata siri yang telah diserap bahasa Indonesia ini semakin dikukuhkan dengan dicantumkannya kata tersebut ke dalam KBBI. Kata siri ditemukan dalam sublema ni.kah siri yang bermakna pernikahan yang hanya disaksikan oleh seorang modin dan saksi, tidak melalui Kantor Urusan Agama, dan menurut agama Islam sudah sah.

Persoalan dihilangkannya konsonan ganda ini tidak hanya terjadi pada kata siri, tetapi juga pada kata yang berasal dari bahasa Arab lainnya. Contoh kata yang dihilangkan konsonan adalah Muharam (Muharram) dan silaturahmi (silaturrahîm). Terdapat juga contoh lain seperti, amabakdu (ammâba’du), alaihi salam(‘alaihissalâm), bisawab (bisshawâb), hurah (hurrah), kisah (qissah), kalimatusyahadat (kalimatussyahadah), dan wasalam (wassalâm). Namun, aturan ini ternyata tidak diberlakukan pada semua kata yang berasal dari bahasa Arab. Dalam KBBI ditemukan beberapa kata yang huruf konsonan gandanya tetap dipertahankan, misalnya assalamualaikum, allahuma, dan bismillah. Uniknya, kata wasalam sebenarnya diserap dari kalimat yang sama yaitu assalamualaikum, tetapi perlakuannya dibedakan. Ya sudahlah, yang penting jangan pernah (menulis) nikah sirri, ya!

Sumber: Lampung Post

Editor: SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.