25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


PDS HB Jassin Dikelola Pemerintah DKI, Anies: Janji Itu Terlunasi

...

  • TEMPO
  • 02 November 2017 21:30 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima pendiri Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Ajip Rosidi (duduk), di Balai Kota Jakarta, Kamis, 2 November 2017. @TEMPO/Larissa Huda
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima pendiri Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Ajip Rosidi (duduk), di Balai Kota Jakarta, Kamis, 2 November 2017. @TEMPO/Larissa Huda

JAKARTA - Pendiri Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) Hans Bague Jassin, Ajip Rosidi, menyerahkan seluruh aset milik yayasan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk direvitalisasi. Rencana tersebut merupakan salah satu dari 23 janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, saat kampanye lalu.

"Kami menyepakati beberapa hal. Salah satu kesepakatannya adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk UPT (unit pelaksana teknis)," ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

Anies menuturkan, pembentukan UPT tersebut khusus untuk mengelola koleksi peninggalan “Paus Sastra” Indonesia, H.B. Jassin, mulai Januari 2018. Dengan adanya kesepakatan pembentukan UPT, seluruh aset koleksi beserta karyawan akan diambil alih. Artinya, Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab penuh atas pemeliharaan warisan sastra yang didirikan pada 28 Juni 1976 tersebut.

Untuk langkah selanjutnya, Anies mengatakan pihaknya akan melakukan digitalisasi terhadap seluruh dokumen sastra tersebut. Cara tersebut dinilai ampuh untuk mempertahankan dokumen yang sudah mulai usang. Kemudian, seluruh karyawan yang sudah lama bekerja mengelola perpustakaan itu akan diangkat menjadi pengawas.

Anies juga berjanji akan membayarkan gaji karyawan yang sudah menunggak selama tiga bulan. "Pemprov DKI akan mengambil alih tanggung jawab untuk pembayaran gaji sembilan orang karyawan yang sekarang bekerja," ujar Anies.

Ke depannya, Anies berharap perkembangan PDS HB Jassin bisa dijadikan salah satu rujukan pecinta karya sastra, baik di Jakarta, nasional, hingga internasional. Apalagi, kata dia, pembenahan tersebut merupakan janjinya.

"Jadi, memang kami ketahui ini satu dari 23 janji kami. Janjinya adalah kami akan merawat, mengembangkan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin dan kami bersyukur bahwa janji itu terlunasi," ujar Anies.

Hingga saat ini, koleksi sastra yang terdaftar adalah 21.300 buku fiksi, 17.700 buku nonfiksi, 475 referensi, 875 naskah atau buku drama, 870 biografi pengarang, 130.534 kliping, 690 foto pengarang, 789 skripsi dan disertasi, 742 rekaman suara, dan 25 video kaset rekaman gambar. Totalnya ada sekitar 300 ribu koleksi.

Sebelum Anies dan Sandiaga menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, kondisi PDS HB Jassin sangat memprihatinkan dan tak terawat lantaran tidak lagi menerima dana hibah dari Pemerintah DKI Jakarta saat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi gubernur.[]Sumber:tempo

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.