06 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemuda Aceh Utara Ini Mereplika Pedang Zulfaqar Sayyidina Ali

...

  • Jamaluddin
  • 08 July 2019 11:30 WIB

Tgk. Juliadi dengan replika pedang Zulfaqar di Gampong Blang, Tanah Pasir, Aceh Utara, pada Minggu 7 Juli 2019 sore. @Jamaluddin
Tgk. Juliadi dengan replika pedang Zulfaqar di Gampong Blang, Tanah Pasir, Aceh Utara, pada Minggu 7 Juli 2019 sore. @Jamaluddin

Pedang bergerigi yang berfungsi untuk membelah baju besi musuh dalam peperangan di zamannya itu dibuat oleh seorang pandai besi muda Tgk. Juliadi (36), putra dari Utoh Seuhak (Tgk. Ishak Abdullah).

Pedang berbahan besi putih (stainless steel) itu  panjangnya sekitar 85 cm, gagang sekitar 20 cm dengan sarung terbuat dari Bak Cu (pohon kayu sejenis  jati).

Pedang itu dibuatnya untuk memenuhi pesanan dari salah seorang pencinta sejarah, pengoleksi rincong di Banda Aceh.

Pemilik pedang replika Zulfaqar itu juga minta Tgk. Juliadi untuk menuliskan syair Sayyidina Ali sebagaimana yang tertulis di batu nisan Sultan Malikussaleh.

Sesungguhnya dunia ini fana
Dunia ini tiada kekal
Sesungguhnya dunia ini ibarat sarang
Yang ditenun oleh laba-laba
Sesungguhnya memadailah buat engkau dunia ini
Hai orang yang mencari makan
Dan hidup hanya singkat saja
Semuanya tentu akan menuju kematian

"Untuk tiap satu pedang kami butuh waktu satu hingga dua hari untuk menuliskan khat," kata Tgk. Juliadi kepada portalsatu.com di ruang kerja ayahnya di Gampong Blang, Tanah Pasir, Aceh Utara, Minggu 7 Juli 2019, sore.

Kepandaian Tgk. Juliadi dalam menulis tulisan khat Arab di bilah mata pedang atau rincong di besi yang keras itu didapat dari Tgk. Syafi'i di Meunasah Kulam, Syamtalira Aron, Aceh Utara.

Kelihaiannya dalam membuat pedang sudah didalami sejak umur 15 tahun ia sudah bergelut di dunia pembuatan pedang dan rincong di bawah bimbingan ayahnya, Utoh Seuhak, keahlian itu terwarisi secara turun-temurun dalam keluarganya.

Pedang besar yang membutuhkan waktu pembuatannya sekitar tiga minggu itu harus dibayar dengan harga mencapai 4-5 juta per unit tergantung bahan dan jenisnya.

Keahlian keluarga ini dalam membuat souvenir rincong atau pedang, setelah Tsunami 2004 juga telah menarik perhatian sejumlah jurnalis lokal, luar daerah dan luar negeri, bahkan Jepang yang terkenal dengan pedang Katana juga sempat tertarik.

"Ketika membuat pesanan dari seorang wartawan Jepang, dalam pengerjaannya kami disuruh membuatnya secara manual, secara tradisional dengan memakai Bindu(grenda), Puneupot(blower)," kata Tgk. Juliadi.

Karya-karya dari Utoh Juliadi dan Utoh Seuhak itu selama ini juga sangat diminati masyarakat Aceh,  masyarakat luar daerah seperti Bali dan Jawa, juga diminati masyarakat luar negeri seperti Jepang, dan lainnya.

Bagi yang berminat souvenir rincong atau pedang bisa hubungi Tgk. Juliadi No. HP: 081361388203.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.