25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pengajuan 400 Penabuh Rapa-i Uroh Pecahkan Rekor Ditolak, Ini Kata Manajemen MURI

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 13 November 2017 22:10 WIB

Andre serahkan sertifikat MURI  tas motif Aceh raksasa kepada kepala BI perwakilan Lhokseumawe Yufrizal. @SIRAJUL MUNIR
Andre serahkan sertifikat MURI tas motif Aceh raksasa kepada kepala BI perwakilan Lhokseumawe Yufrizal. @SIRAJUL MUNIR

LHOKSEUMAWE - Manajemen Museum Rekor Indonesia (MURI) tidak menolak pengajuan atraksi 400 Penabuh Rapa-i Uroh di Lhokseumawe pecahkan rekor, namun pihaknya masih mengkaji ajuan tersebut, karena banyak alat seni tradisi serupa yang sudah pecahkan rekor.

Hal itu dikatakan manager MURI Andre Perwandono kepada portalsatu.com, saat menghadiri Launching Rapa-i Uroh Ikon Seni Budaya Lhokseumawe di Lapangan Hiraq, Minggu sore, 12 November 2017.

“Pengajuannya bukan ditolak, namun masih dikaji, dan hari ini kami datang untuk melihat langsung atraksinya dan jadi bahan untuk kajian selanjutnya,” terangnya.

Andre menjelaskan, bahan-bahan yang didapatkan langsung dari lokasi atraksi tersebut akan disampaikan langsung ke pimpinan MURI, bapak Jaya Suprana.

“Saya juga punya harapan sama dengan kawan seniman di Lhokseumawe, saya akan ada keputusan besar yang diambil MURI terkait kegiatan ini, saya akan segera kabari pihak panitia,” terangnya.

Terkait tas motif Aceh raksasa yang dibuat penjahit dari UKM binaan Bank Indonesia Lhokseumawe, kata Andre bukan hanya memecahkan rekor Indonesia, namun juga pecahkan rekor dunia, karena ukurannya jauh lebih besar prediksi MURI, yaitu panjang 3,28 meter, tinggi 1,57 meter dan berdiameter 1,67.

“Replika tas raksasa ini juga motof unik tidak ada di daerah lain hanya ada di Aceh yaitu di Lhokseumawe,” pungkasnya.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.