25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pengangguran dan Penganggur, Samakah?

...

  • SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN
  • 11 September 2017 14:00 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

Di dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, banyak orang meng­artikan bentuk kata pengangguran dengan makna 'orang yang menganggur' atau 'orang yang tidak mempunyai pekerjaan'. Benarkah demi­kian?

Menurut kaidah pembentukan kata, seharusnya bentuk pengang­guran di­artikan 'proses, perbuatan, atau cara menganggur' atau 'hal mengang­gur'.

Perhatikanlah urutan pembentukan kata berikut.

(1) tulis (kata dasar), menulis (verba aktif transitif), penulis (nomina pelaku: orang yang menuiis), penulisan (nomina proses), tulisan (nomina hasil)

Jika dibandingkan, bentuk pengangguran berada pada tataran 'proses', bukan pada tataran 'orang yang'. Perhatikan paradigmanya berikut ini.

(2) anggur (kata dasar), menganggur (verba aktif transitif), penganggur (nomina pelaku), pengangguran (nomina proses).

Marilah kita mencermatkan penggunaan kata, seperti bentuk kata pengang­guran untuk menyatakan 'keadaan menganggur' dan bentuk kata penganggur untuk me­nyatakan 'orang yang menganggur'.

Berdasarkan urutan pembentukan kata itu, kita dapat meluruskan be­berapa bentuk kata yang selama ini digunakan dengan tidak cermat seba­gai berikut.

pelanggan ‘orang yang membeli (menggunakan) barang secara tetap'

langganan 'tempat berlangganan'

pengecer 'orang yang menjual barang dagangan secara eceran’

eceran 'ketengan (tentang penjualan atau pembelian barang da­gangan)'

pengasong 'pedagang barang asongan yang menjajakan barang da­gangannya agar dibeli'

asongan 'barang dagangan yang disodorkan atau diperlihat­kan
kepada orang lain dengan harapan agar dibeli'[]

Editor: SAFRIANDI A. ROSMANUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.