26 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peradaban Mall

...

  • portalsatu.com
  • 16 November 2020 20:51 WIB

@Instagram/vicory
@Instagram/vicory

Karya: Taufik Sentana*

Peradaban mall lahir dari industri halusinasi.
Manusia dengan kognisi dan super kreatifnya
telah sampai pada klimaks materialisme.
Mereka menyangka semua bisa diraba dan dianalisa
Lalu dihitung rugi labanya.
Semua bisa dikalkulasi
Semua ada harga yang pantas.

Industri halusinasi tidak hanya menjual barang
Tapi juga citra, sensasi, ketakutan
Dan harapan harapan semu dalam layar kaca.
Sehingga peradaban mall menanggalkan kebobrokan ekonomi kita. Kemiskinan kita tinggi tapi mall mall akan tetap penuh dan kaum konsumerisme akan menyesaki
Setiap sudut kafe kafe dan lapak gaya hidup:

Lalu tiba tiba kita tidak bahagia bila belum minum kokakola. Atau masih lapar bila tak makan di kaefci.
Atau seakan kita masih miskin bila tak liburan ke singapura.

Sebagian mall tentu tidak tumbuh 
dengan bangunannya  yang sejuk, serba ada 
dan angkuh. Sebab, sekarang kita bisa memesan dan membeli apapun sambil berjongkok di toilet. Itulah kehebatan peradaban kita.

Dalam  peradaban mall, kita sibuk berbelanja, memilih barang, bahkan memilih bupati, merasakan sensasi kemoderenan dan yakin masih terus bisa menikmati.
 Atau  rasa menikmati itu telah mati sehingga mall mall dan semua industri gaya hidup akan terus hidup, sisanya:
Kelenaan dan kesenangan.[]

*Peminat studi sosial dan budaya urban.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.