15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peusaba Aceh Dukung Pemerintah Tertibkan Kawasan Situs Sultan Jamalullail

...

  • portalsatu.com
  • 15 November 2019 10:00 WIB

Situs sejarah dan cagar budaya Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail di Jln.Mohammad Jam Banda Aceh. @Istimewa
Situs sejarah dan cagar budaya Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail di Jln.Mohammad Jam Banda Aceh. @Istimewa

<!--StartFragment-->Peristiwa terbakarnya bangunan Situs Sejarah dan Cagar Budaya Makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail pada peristiwa kebakaran di Kedai Baso Hendra Hendri Jln.Mohammad Jam Banda Aceh. Kebakaran itu terjadi bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1441 / 9 November 2019.

Kebakaran tersebut mendapat tanggapan dari beberapa pihak, di antaranya dari Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman. Dalam siaran persnya, ke redaksi 14 Nopember 2019, ia menyatakan mendukung Yayasan Darud Donya yang meminta Pemerintah Kota  Banda Aceh menertibkan bangunan di kawasan Situs Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail.

"Peusaba mengaku heran bercampur geram sebab dalam peta era Belanda. Pemerintah Belanda mengakui kalau kawasan pemakaman Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail adalah kawasan Lampoh Tube Poteu Jeumaloy. Kawasan ini adalah tanah Wakaf Kesultanan untuk kuburan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dan keluarganya," kata Mawardi Usman.

Namun, akta dia, kawasan ini sekarang penuh dengan bangunan-bangunan yang menutup kawasan Situs di sampingnya ada dapur, WC dan rumah belum lagi sudah mulai dibangun hotel. Sehingga kawasan Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail tertutup.

"Peusaba menuntut Pemerintah Banda Aceh serius dan bertindak tegas menertibkan Kawasan Situs dan juga mengecek keabsahan kepemilikan tanah wakaf dikawasan Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail. Pemerintah perlu melakukan ini untuk melindungi aset-aset peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam," katanya.

Mawardi meminta pemerintah kota menjadikan kawasan Makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail sebagai kawasan terbuka sehingga bisa dikunjungi oleh penziarah dan turis dari dalam dan luar negeri. Kata dia, Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail adalah salah satu Sultan besar di Aceh yang memiliki hubungan dengan Raja-raja Malaysia dan Mindanau.

"Jangan hancurkan sejarah besar Aceh lindungi situs Sultan Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail dengan melenyapkan semua bangunan yang mengancam situs sejarah. Pada pundak anda terdapat tanggung jawab masa lalu dan masa depan. Apa yang kelak kita katakan kepada generasi mendatang jika kita membiarkan situs kawasan makam Sultan Sayyid Jamalul Alam Badrul Munir Jamalullail lenyap tanpa bekas," kata Mawardi.[] Rilis

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.