25 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peusaba Tolak Rencana Pembangunan Hotel di Depan Masjid Raya

...

  • portalsatu.com
  • 15 January 2019 10:00 WIB

Surat permintaan izin PT. Jakarta Intiland kepada pengurus mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Surat permintaan izin PT. Jakarta Intiland kepada pengurus mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

BANDA ACEH - Peubeudoh Sejarah Adat Budaya Aceh (Peusaba) tolak rencana pembangunan hotel di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

"Tidak ada sisi positif dalam pembangunan hotel di depan Masjid Raya. Jika wacana tetap dilanjutkan maka tentu tindakan itu akan memicu kemarahan ulama dan rakyat Aceh. Orang Aceh tidak sudi kesakralan Masjid Raya dirusak dan itu sangat tidak layak mendirikan bangunan di dekat Masjid Raya yang penuh sejarah," kata Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman, Selasa, 15 Januari 2019.

Menurutnya, pemimpin Aceh harus menolak hotel di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Jika ada yang mengatakan "bukankah di Masjidil Haram hotel berdiri dekat masjid, maka itu logika tidak nyambung dan tahu sejarah'.

"Dahulu ketika Belanda menyerang Aceh 1873 dan menghancurkan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menimbulkan kemarahan para ulama Aceh dilanjutkan agresi kedua 1874 istana jatuh ke Belanda. Di samping Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Belanda mendirikan bangunan di depan Masjid Raya sebagai pelecehan kepada pejuang Aceh, akibatnya para ulama mengutuk para Belanda sehabis-habisnya," katanya.

Mawardi mengatakan, bila dibandingkan dengan mengapa di dekat Masjidil Haram ada hotel, itu adalah karena kawasan Masjidil Haram sejak masa lalu hingga kini terus diperluas, makanya ada beberapa hotel yang dulu jauh dari Masjidil Haram kini sudah sangat dekat dengan Masjidil Haram.

"Karena itu kami meminta semua pihak berpikir jernih dan menjaga kesakralan Masjid Raya Baiturrahman," kata Mawardi.

Mawardi menambahkan bahwa Masjid Raya bukan saja milik Banda Aceh namun milik Aceh. Jika dipaksakan pembangunan hotel di depan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh maka ulama dan segenap rakyat Aceh akan melawan. 

"Dalam sejarahnya universitas Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh adalah tempat para ulama Aceh mendidik talibul ilmi dari seluruh kawasan Asia Tenggara dan menyebarkan Islam ke Asia Tenggara," katanya.[](rilis)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.