21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Presiden DMDI Tan Sri Mohd. Ali Rustam Rayakan HUT Kota Banda Aceh ke-814

...

  • Jamaluddin
  • 23 April 2019 08:30 WIB

@Jamaluddin
@Jamaluddin

BANDA ACEH - President of Malay and Islamic World Organization/Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) yang beranggotakan 23 negara rumpun Melayu sedunia, Tan Sri Mohd. Ali Rustam, Senin 22 April 2019 terbang ke Aceh, penuhi undangan Yayasan Darud Dunia untuk rayakan HUT Kota Banda Aceh ke-814.

"Alhamdulillah hari ini kita telah mencapai satu kemajuan yang saya pikir ini cukup besar yaitu kedatangan seorang presiden yang merupakan ketua dari sebuah organisasi dunia yaitu DMDI," kata Ketua Yayasan Darud Dunia, Cut Putri kepada portalsatu.com.

Cut Putri mengatakan, DMDI ini lembaga yang beranggotakan 23 negara rumpun Melayu se-dunia, dan DMDI sangat peduli terhadap Gampong Pande. Hal itu telah dilihatnya hasil dua kali konferensi dunia yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 dan 2018.

"Pada tahun 2017 itu, Gampong Pande ini masuk menjadi salah satu resolusinya. Butir resolusinya salah satunya adalah menyelamatkan sejarah-sejarah Islam di negara-negara Islam, salah satunya di Palestina, Rohingya, dan juga di Aceh. Kemudian pada tahun 2018 resolusi dari konferensi DMDI ini menjadi lebih langsung ke sasaran dan tampaknya semakin tegas, dalam resolusinya menyebutkan nama 'Gampong Pande'," katanya.

Dalam resolusi itu mengharapkan kepada pemerintah Aceh untuk menyelamatkan situs sejarah dan makam-makam ulama di Gampong Pande. "Semoga kita sama-sama sadar bahwa DMDI ini sangat peduli terhadap sejarah Aceh yang dianggap sebagai sejarah seluruh dunia Melayu," ujar Cut Putri. 

Menurut dia, bila sejarah Aceh ini hilang, berarti sejarah dunia Melayu yang merupakan Islam, adalah ikut hilang. "Dan apabila sejarah jati diri kita hilang maka kita tak akan tahu, kita akan pergi kemana, bisa-bisa apa yang terjadi di masa depan kita tak akan tahu". 

"Oleh karena itu, kita harap dengan adanya kerjasama dengan DMDI ini, Insyaallah ke depan sama-sama kita memperjuangkan untuk lebih kuat lagi, lebih semangat lagi memperjuangkan untuk pelestarian situs sejarah di Aceh, khususnya juga di Kota Banda Aceh yaitu di Gampong Pande. Sehingga seluruh masyarakat Kota Banda Aceh ini tahu bahwa situs sejarah di Gampong Pande adalah situs sejarah milik seluruh masyarakat Islam di seluruh dunia. Insyaallah semoga berhasil," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.