26 September 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Peringati 1 Muharram
Rumoh Koalisi Budaya Aceh Sosialisasi Pakaian Adat di Gunongan, Turis Minta Berfoto

...

  • Jamaluddin
  • 11 September 2018 15:00 WIB

Seorang turis asing foto bareng dengan aktivis Rumoh Koalisi Budaya Aceh yang mensosialisasikan pakaian adat di Gunongan, 11 September 2018. @Jamaluddin/portalsatu.com
Seorang turis asing foto bareng dengan aktivis Rumoh Koalisi Budaya Aceh yang mensosialisasikan pakaian adat di Gunongan, 11 September 2018. @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH - Rumoh Koalisi Budaya Aceh mengadakan sosialisasi pakaian adat di situs cagar budaya Kompleks Taman Sari Gunongan, Banda Aceh, 1 Muharram 1440 H/11 September 2018.

Saat sosialisasi itu, banyak turis mancanegara meminta berfoto dengan para aktivis Rumoh Koalisi Budaya Aceh yang mengenakan pakaian adat khas Serambi Mekkah ini.

"Acara ini dilaksanakan untuk mendapat berkah di tahun baru Hijriah di Gunongan. Dan ini sebagai promosi pakaian Aceh ke internasional (turis mancanegara)," kata Ketua Peubeudoh Sejarah dan Adat Budaya Aceh (Peusaba), Mawardi Usman.

Ketua Aceh Culture and Education Action, Aris Faisal Djamin, S.H., mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat Aceh mengenal dan mencintai pakaian adat daerahnya, terlebih generasi milenial sekarang. Sosialisasi ini, kata Aris, bertujuan untuk mengembalikan gaya busana Aceh di tengah kreasi baru yang semakin banyak menghilangkan citra pakaian khas daerah.

"Kita bisa lihat hari ini, banyak generasi sekarang yang kurang mengenal budaya Aceh. Sedangkan orang luar sangat suka dengan budaya kita. Buktinya ketika sosialisai banyak warga Thailand, Malaysia, Belanda yang ingin mengenal budaya Aceh dari segi pakaian," kata Aris.

Aktivis budaya, Muhammad Ikhsanuddin menambahkan, "Sepatutnya kita bangga dan melestarikan budaya kita, termasuk pakaian ala Aceh dan menjaga keautentikannya yang kini banyak dilirik oleh turis mancanegara".

Ketua Sejarah Indatu Lamuria Aceh (Sila), Muammar Farisi, mengatakan baju khas Aceh seharusnya dipakai seminggu sekali atau sebulan sekali oleh rakyat Aceh. "Kami melihat, kami yang sedang istirahat duduk didatangi turis luar negeri diajak berfoto sebab (mereka) senang melihat baju khas Aceh yang kami gunakan," ujarnya.

"Aceh adalah kosmopolitan peradaban besar setara (Kesultanan) Mughal. Mughal hilang namun baju Kurta-nya tetap mendunia. Kenapa mesti malu memakai pakaian Aceh, padahal dunia luar paling suka baju Aceh yang luar biasa. Kelak juga baju Aceh jadi omzet wisata dan dipakai di seluruh dunia. Namun sebelumnya kita di Aceh harus lebih dulu menggalakkan pemakaian baju Aceh kepada rakyat Aceh," kata Muammar.[]

Lihat pula:

Sosialisasi di Warkop, Komunitas Ini Berharap Pergub Pakaian Adat Aceh

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.