24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Situs Maharaja Gurah adalah Situs Penting

...

  • Jamaluddin
  • 03 January 2019 22:00 WIB

Badaruddin Ahmad Musa, M.S foto bersama RKBA setelah Ziarah Kubra di makam Tengku Maharaja Gurah, di Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis, 03 Januari 2019@Jamaluddin/portalsatu.com
Badaruddin Ahmad Musa, M.S foto bersama RKBA setelah Ziarah Kubra di makam Tengku Maharaja Gurah, di Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis, 03 Januari 2019@Jamaluddin/portalsatu.com

ACEH BESAR - Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Dayah Pemerintah Aceh, Badaruddin Ahmad Musa, M.Si mengatakan bahwa situs-situs penting Aceh dan berharga di masa silam bisa dijadikan sebagai media edukasi untuk pendidikan masa depan. 

Hal itu disampaikannya saat berziarah bersama Rumoh Koalisi Budaya Aceh (RKBA) dalam agenda Sosialisasi pakaian Aceh dan mengadakan Ziarah Kubra di makam Tengku Maharaja Gurah di Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis, 03 Januari 2019.

"Seharusnya pemerintah harus mengambil langkah yang tepat, mengingat bahwa ini adalah suatu situs yang sangat berharga di masa lampau dan sebagai media edukasi untuk pendidikan di masa depan, bahwa kita melihat beberapa tempat di luar daerah kita atau luar negeri, semua situs makam ahli, ulama, umara, dan inilah bisa menunjang pariwisata daerah telah meningkatkan minat destinasi wisata religi," kata Badaruddin.

Dalam hal pemugaran ini Disbudpar Aceh adalah instansi yang harus memperhatikan kelestarian situs.

"Apalagi Aceh sudah sejak 12 tahun yang lalu sudah menerapkan sebuah regulasi aturan tentang syariat Islam di Aceh," katanya.

Kordinator Persaudaraan Aceh-Turki dan sebagai dewan pengarah Majalah Sejarah dan Kebudayaan Sicupak Magazine itu juga mengatakan bahwa Teungku Chik Maharaja Gurah, adalah salah satu ulama besar Turki yang menjadi mentri kehutanan, kelautan, dan ahli ilmu Meurah atau Gajah yg dulu sangat dikenal pada masanya yang membawa nama harum Acheh sebagai eksportir lada ke negeri di eropa dan timur tengah.

"Sebagaimana tercatat dalam sejarah, Maharaja Gurah adalah sebagai salah satu panglima atau mentri di bidang kehutanan atau hewan seperti menangani gajah juga harimau dan marga satwa lainnya," kata Badaruddin.

Menurut Badaruddin, perawatan situs-situs harus dilakukan oleh pemerintah dengan menyediakan anggaran secara rutin tahunan termasuk itu biaya perawatan, biaya khadam atau penjaga, biaya penjaga kebersihan, biaya pemugaran.

"Termasuk juga papan nama dibuat di depan jalan atau di jalan utama Banda Aceh - Meulaboh, harus ada supaya diketahui keberadaannya oleh masyarakat dan mengunjunginya, ini untuk menghargai peran para ulama dan umara Aceh Darussalam semasa hidupnya baik sultan atau pembantu sultan telah diketahui oleh Asia Tenggara dan lainnya," katanya.

Serangkaian acara ziarah Kubra ke Makam Maharaja Gurah oleh RKBA itu diawali dari Mesjid Baiturrahim Ule Lheu dengan memakai pakaian Aceh kemudian langsung ke makam Maharaja Gurah. Serangkaian acara itu antara lain meliputi upacara menyiram, pembacaan zikir dan tahmid oleh Teuku Zulkifli S.E M.Sc, serta diskusi ke-Acehan bersama perangkat RKBA dan tanya jawab.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.