26 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Usai Workshop Penguatan Karakter, Museum Islam Samudra Pasai akan Gelar Lomba Nazam Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 30 August 2020 12:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

LHOKSUKON – Museum Islam Samudra Pasai di Aceh Utara sudah menggelar Workshop Penguatan Karakter, secara virtual, Kamis, 27 Agustus 2020. Kegiatan itu diikuti para tenaga kependidikan, termasuk dari satuan kerja perangkat kabupaten/kota (SKPK) di luar Aceh Utara, dan mahasiswa.

Kepala Museum Islam Samudra Pasai, Nurliana NA., mengatakan kegiatan itu sebagai upaya pihaknya memberikan pemahaman kepada pendidik dan masyarakat luas tentang pentingnya pendidikan penguatan karakter. (Baca: Museum Islam Samudra Pasai Gelar Workshop Penguatan K-arakter

Menurut Nurliana, workshop itu ditindaklanjuti dengan lomba penguatan karakter bagi anak-anak sekolah mulai dari PAUD/TK sampai SMA dan mahasiswa di Aceh Utara yang akan dilaksanakan pada September 2020. “Sudah kita technical meeting. Ada empat lomba yang mendukung untuk penguatan karakter, lomba dari sisi kebudayaan. Yaitu lomba nazam (pantun) Aceh, lomba menggambar koleksi Museum Islam Samudra Pasai, lomba mewarnai koleksi museum, dan lomba story line terkait koleksi museum,” ujarnya.

“Semua itu mengenai koleksi yang ada di Museum Islam Samudra Pasai, tidak boleh cerita tentang alam, tentang berkebun, berkemping, tidak bisa,” kata Nurliana yang juga Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara.

Nurliana menjelaskan, pihaknya ingin membangkitkan kembali nazam Aceh. “Hari ini anak-anak kita tidak tahu lagi apa itu nazam, pantun Aceh. Anak-anak kita sekarang sudah tidak bangga lagi berbahasa Aceh, hilang identitas kita. Saya mau kembalikan mereka, ayo lihat nazam Aceh, itu pantun yang luar biasa dalam bahasa Aceh. Ciptakan sendiri baca sendiri nanti (melalui perlombaan),” tuturnya.

Sedangkan lomba menggambar koleksi Museum Islam Samudra Pasai, kata Nurliana, tujuannya agar ketika anak-anak sekolah menggambar, “dia terekam, kenapa nenek moyangku bisa membuat wadah seperti ini, sebenarnya untuk apa? Jadi, dia terus berpikir, literasinya main. Karakter dari literasi itu akan lahir ke arah positif”.

“Anak-anak (peserta lomba) menggambar dulu di rumah, dikirim ke kita. Kita seleksi, 20 terbaik kita panggil ke museum. Jadi, kalau nanti ternyata yang menggambar orang lain di rumah, di museum ketahuan nanti. Saya sudah sampaikan kepada ibu-ibu guru agar mengarahkan anak didiknya seperti yang telah disampaikan saat technical meeting,” ujar Nurliana.

Nurliana melanjutkan, lomba mewarnai koleksi Museum Islam Samudra Pasai untuk anak PAUD/TK. “Nanti kita akan kirim gambar koleksi kosong, anak TK mewarnai dulu, kemudian dikirim ke kita. Jangan bantu anaknya mewarnai di rumah biar bagus. Karena anak-anak memang tidak bisa rapi. Anak-anak PAUD dan TK itu mencoret-coret, memang itu dunia dia. Anak-anak PAUD kan suka mewarnai. Dia coret-coret. Di situlah timbul imajinasi dia mengkolaborasikan warna, mungkin kita bisa nilai anak ini punya kemampuan eksplore otakya atau tidak," katanya.

Hasil penilaian, kata Nurliana, 20 orang akan diseleksi lagi di museum. "Kenapa 20 orang, tidak boleh terlalu ramai karena kita masih pandemi. Jadi, kita di satu hari 20 anak menggambar, dan 20 anak mewarnai di museum, kita terapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, wajib pakai masker, dan kita berikan hand sanitizer, fasilitas kita sediakan. Mereka akan memperebutkan juara I sampai VI. Lalu, juara I sampai III, gambarnya itu akan kita pajang di dinding belajar museum sebagai bentuk penghargaan," tutur Nurliana. 

Sementara lomba story line, kata Nurliana, dikhususkan kepada anak usia SMA sampai mahasiswa S1, karena dibatasi sampai usia 25 tahun. “Jadi, dia (peserta lomba) itu memberikan suatu mekanisme, kalau dibilang cerita bisa juga kisah terhadap suatu koleksi museum. Sebelumnya dia kirim narasi tabel ke kita. Lalu, kita menilai narasi tabelnya dengan kefaktualannya dan apa yang disajikan, sistematisnya. Nanti kita panggil 15 orang (yang terbaik berdasarkan hasil penilaian) agar ikut di virtual untuk presentasi untuk mendapatkan juara I sampai VI,” katanya.

“Jadi, nanti kita ada virtual dua kali lagi. Virtual untuk nazam Aceh, yang bagus ciptaannya akan kita presentasikan pada virtual. Begitu juga lomba story line,” tambah Nurliana.

Menurut Nurliana, keempat perlombaan itu dibuat dua tahap. “Kalau nazam kirim dulu narasi ciptaan. Narasi yang memenuhi kriteria penilaian, 15 orang akan kita simpan untuk membacakannya di virtual nanti. Dia perform di virtual membaca nazam Aceh”.

Story line dia kirim ke kita narasi tabel. Kita nilai, mana yang sistematis penulisannya bagus, memang apa yang diungkapkannya itu fakta. Misalnya, dia mengisahkan rencong, bagaimana dibuat rencong, dan rencong itu dipergunakan untuk apa? Outcome dari rencong itu untuk berperang atau untuk apa? Itu harus sistematis dia buat, kita menilai. Nanti yang terbaik itu kita umumkan 15 orang, kita minta minta dia perform di virtual,” ujar Nurliana.

Nurliana menambahkan, perlombaan tersebut untuk memberikan inner positif kepada anak. "Di era seperti ini penguatan karakter luar biasa harus digalang untuk anak didik kita," pungkasnya.[](*)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.