27 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ziarah Kubra di Makam Maharaja Gurah

...

  • Jamaluddin
  • 04 January 2019 08:30 WIB

 Tim RKBA di situs makam Teungku Maharaja Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis 3 Januari 2019. @Jamaluddin/portalsatu.com
Tim RKBA di situs makam Teungku Maharaja Gurah, Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis 3 Januari 2019. @Jamaluddin/portalsatu.com

ACEH BESAR - Rumoh Koalisi Budaya Aceh (RKBA) hari ini mengadakan Ziarah Kubra yang dipusatkan di Makam Wazir Seri Maharaja Gurah, Peukan Bada Aceh Besar. Tempat ini dipilih dikarenakan Maharaja Gurah sendiri adalah seorang Wazir Gurah atau Menteri Kehutanan Kesultanan Aceh era Sultan Iskandar Muda.

 

Koordinator RKBA Aris dan Ketua Aceh Culture and Education Aris Faisal Djamin S.H mengatakan bahwa Maharaja Gurah adalah sangat berperan besar kepada Aceh kala itu. 

 

"Maharaja Gurah sangat berperan penting terkait kelangsungan hidup satwa seperti gajah di Aceh, pada zaman Maharaja Gurah semua gajah dijaga dan dilatih, tapi jika kita lihat sangat bertolak belakang dengan keadaan saat ini, jadi kita bisa mengambil pelajaran dari Maharaja Gurah, mudah mudahan pemerintah tau akan keadaan selama ini," kata Aris di makam Maharaja Gurah, Peukan. Bada, Aceh Besar, pada Kamis 3 Januari 2019.

 

Hadir juga Ketua Peusaba Aceh Tgk Mawardi Utsman, menurutnya acara ini dilangsungkan secara rutin supaya bisa memberikan Edukasi Sejarah dan Budaya kepada generasi melenial, dan tentu saja lokasinya nanti diubah-ubah. 

 

Acara juga kali ini berlangsung khidmat dengan pembacaan Zikir dan Doa selama 20 menit yang dipimpin oleh Teuku Zulkifli S.E M.Sc salah satu tokoh budaya dari Kota Sabang, menurut beliau perubahan pola hidup didalam kelompok melenial harus terus dibimbing supaya kedepan mereka mereka ini bisa meneruskan dan menjaga apa yang telah diwariskan oleh para indatu.

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Sailendra Wangsa S.H M.H., Direktur Aliansi Pengamat Aceh, beliau menilai pemerintah harus terus memperhatikan tempat tempat sejarah yang kian tergerus oleh jaman, otsus makin lama makin banyak, tapi warisan sejarah banyak yang tidak diperindah, kadang kadang saya teringat pepatah aceh mengatakan "peugah haba lua nanggroe, sikat igoe taloe tima" 

 

Turut berhadir pendiri Aceh Lamuri Foundation Yulinda Wati, beliau sangat menyoroti tentang peran pemerintah, menurutnya makam Maharaja Gurah ini perlu diperhatikan, sebab makam ini bukan sekedar makam biasa, akan tetapi sebuah makam menteri dan jasanya sangat besar, masyarakat Aceh bisa mengambil pelajaran dari beliau, hanya saja masyarakat kita kurang tau sejarah dan mungkin ini juga berdampak dari kurangnya peran aktif pemerintah mempublikasi masalah sejarah. 

 

"Kami siap bekerja sama dengan pemerintah dalam hal sejarah dan budaya," katanya.[](rel)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.