19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menuntaskan Kasus Singkil

...

  • PORTALSATU
  • 18 October 2015 07:00 WIB

Kondisi Aceh Singkil. @CNN Indonesia
Kondisi Aceh Singkil. @CNN Indonesia

Kasus ini amat merugikan Aceh secara keseluruhan. 

POLISI telah bergerak cepat menyelesaikan kasus SARA di Singkil. Di back up TNI, para perusuh sudah teridentifikasi. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka walau belum seluruhnya. 

Kita patut memberi apresiasi dan cap jempol buat kerja keras polisi dan TNI. Kapolri dengan sigap dan tanggap langsung turun ke lapangan bersama Kapolda serta Pangdam Iskandar muda. 

Di bawah pimpinan Kapolda dan Pangdam, Aceh Singkil kini kembali kondusif. Walaupun belum kembali seperti semula. Namun penanganan yang cepat menyebabkan kasus ini tidak merembet ke tempat lain. Namun ini baru hanya pada penindakan pascarusuh. 

Masih banyak tugas lain yang harus dilakukan di sana. Menyelesaikan masalah ini tidak cukup dengan sebatas menindak pelaku. Polisi harus mencari para provokator atau aktor intelektual terkait kasus ini. Polisi juga kita harap mampu menuntaskan kasus ini sampai ke akar persoalan.

Kita juga tahu meletusnya kasus ini sebenarnya akumulasi dari masalah yang sejak lama. Warga yang sudah kesal atas menjamurnya rumah ibadah ilegal kemudian diprovokasi sehingga timbul bentrokan. Ini merupakan akumulasi yang timbul karena lambannya pemerintah menyelesaikan dari awal. 

Pemerintah Aceh Singkil dan Pemerintah Aceh dalam hal ini dinilai telah gagal mengemban tugas. Mereka takut dicap antitoleransi bila membongkar. Tapi mereka amat lupa, kasus-kasus terkait keyakinan amat mudah meledak. Pembiaran yang berlarut berakibat seperti saat ini. Dan kasus ini amat merugikan Aceh secara keseluruhan. 

Inilah contoh hasil akibat sebuah kelalain kecil aparatur yang berakibat amat fatal. Kini setelah meledak, maka muncullah luka. Dan ini akan menjadi trauma bagi kedua pihak. 

Kita minta Kapolda dan Pangdam tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga mampu menegakkan hukum di sana sehingga tidak muncul lagi kasus serupa di kemudian hari. Kerja keras polisi hari ini belumlah cukup. Butuh lebih banyak daya lagi. Mendorong penegakan hukum, rekonsiliasi dan penyembuhan trauma. 

Polisi tidak boleh melihat kasus ini sebatas kerusuhan kemarin. Tapi harus menyelesaikan dengan mempelajari latar belakang kasus dengan konfrehensif.

Persoalan rumah ibadah ilegal sudah ada kesepakatan. Tugas polisi untuk menuntaskan hal ini. Selanjutnya mendorong kedua pihak untuk bertemu. Membicarakan solusi jangka pendek dan jangka panjang. Kedua pihak harus didorong taat hukum. Taat kesepakatan. Tugas polisi, dan pihak terkait untuk menemukan solusi yang tepat, akurat dan tuntas. 

Polisi tidak harus reaktif sesaat tapi kita harapkan punya semacam program berkesinambungan. Pemerintah Aceh juga segera mengambil langkah strategis memperbaiki imej. Bukan hanya diam di tengah tudingan macam-macam. Sebab tudingan miring oleh mereka yang tidak memahami persoalan amat merugikan Islam dan Aceh. 

Saat ini terkesan pemerintah Aceh tidak menjawab berbagai tudingan. Ini adalah kegagalan komunikasi yang amat kita sesali. Humas pemerintah terkesan tidak berfungsi menjaga marwah Aceh. Di media nasional terkesan menulis asal-asalan karena tanpa counter dari pihak terkait. 

Kemudian ini menjadi pembenaran di publik. Seolah kasus ini hanya kerusuhan SARA semata. Padahal ada pihak yang mengabaikan aturan dalam pendirian rumah ibadah. Semua pihak harus sepakat menyelesaikan kasus ini dengan damai. 

Perdamaian hanya akan lahir bila para pihak sepakat. Sepakat untuk saling memberi dan menerima. Kasus singkil tidak lah terlalu pelik. Hanya butuh sedikit kerja keras. Mengembalikan semuanya dalam koridor hukum dan norma.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.