23 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Rakor di Pekanbaru
Rumusan DBH Sawit akan Disampaikan Kepada Presiden, Ini Pandangan Plt. Gubernur Aceh

...

  • portalsatu.com
  • 11 January 2020 14:00 WIB

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat memberikan paparan pada Rakor rumusan usulan dana bagi hasil (DBH) sawit kepada pemerintah pusat di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu, 11 Januari 2019. (Foto: Humas BPPA)
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat memberikan paparan pada Rakor rumusan usulan dana bagi hasil (DBH) sawit kepada pemerintah pusat di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu, 11 Januari 2019. (Foto: Humas BPPA)

PEKANBARU -- Puluhan Gubernur dan perwakilan dari 18 provinsi penghasil sawit menggelar rapat koordinasi (Rakor), di Hotel Grand Central Pekanbaru, Sabtu, 11 Januari 2020, guna merumuskan usulan dana bagi hasil (DBH) sawit yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat.

Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, M.T., mengatakan agar Rakor DBH tersebut segera ditindaklanjuti dengan menyiapkan dalil-dalil yang argumentatif dan meyakinkan untuk kemudian disampaikan kepada Presiden RI, Joko Widodo.

"Jadi, saya pikir yang terpenting dari pertemuan kita ini adalah bagaimana kita menyusun narasi secara rinci terkait dengan penerimaan dana bagi hasil bagi provinsi/daerah penghasil kepala sawit ini, agar penerimaan ini adil dan berkesinambungan, yang kemudian nantinya hasil rumusan ini akan dibawa kepada Bapak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)," jelas Nova Iriansyah.

Nova menyarankan agar Rekor DBH juga mengikutsertakan pihak-pihak yang serius memperjuangkan ketidakseimbangan pembagian keuangan dari pusat ke daerah, seperti NGO/LSM hingga perguruan tinggi untuk memperjuangkan DBH bagi Provinsi Penghasil Kelapa Sawit.

"Selanjutnya, kita juga membuat rumusan bersama dengan sejumlah anggota DPR RI/DPD RI secara singkat dan substansial. Kemudian, kita meminta waktu untuk bertemu dengan Bapak Presiden guna memaparkan rumusan yang telah disepakati," jelas Nova.

Sementara Gubernur Riau, Drs. H  Syamsuar, M.Si., sebagai tuan rumah pada pertemuan yang sudah keempat kalinya ini, berharap rakor kali ini dapat dirumuskan dan disepakati usulan persentase pembagian DBH sawit antara pemerintah pusat dengan provinsi penghasil sawit.

Namun, Syamsuar maupun sejumlah Gubernur daerah lain yang hadir, memberikan isyarat usulan pembagian DBH sawit daerah dan pusat itu berkisar antara 30:70 atau 35:65. 

"Ya bisa 30:70 atau lainnya," ujar Syamsuar.

Dalam pidato sambutannya tadi malam, Gubernur Syamsuar secara umum menjelaskan beberapa aspek teknis yang menjadi dasar munculnya usulan pembagian DBH sawit ke pemerintah pusat. 

"(Selama ini) daerah menerima dampak dari pengelolaan perkebunan sawit seperti kerusakan infrastruktur jalan akibat pengangkutan CPO. Tingginya potensi erosi serta juga risiko pencemaran udara, tanah dan air akibat ancaman karhutla, limbah padat B3 serta limbah cair," kata Syamsuar.

Di sisi lain, perkebunan menghasilkan pemasukan bagi negara berupa Bea Keluar (BK) dan pungutan eskpor (PE) yang sangat besar. "Namun belum ada bagian untuk daerah penghasil (sawit)," ujar Syamsuar sambil menambahkan dalam UU No. 33 Tahun 2004 yang ada baru DBH pajak dan migas, sementara DBH sawit belum masuk.

Dalam rakor ini sejumlah Gubernur dari daerah penghasil sawit hadir. Selain Gubernur Riau Syamsuar, juga datang Gubernur Sumatera Utara, Aceh, Sumsel dan Kaltim. Dari Bangka Belitung, Kalbar dan Kalteng yang hadir Wakil Gubernur. Sementara provinsi lainnya diwakili Sekdaprov, Asisten II dan kepala dinas atau badan, yakni Lampung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Jambi, Kalsel, Sulsel, Gorontalo, Sultra dan Papua Barat.[]adv

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.