02 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


2018-2019 Distanbun Aceh: Puluhan Paket Pengadaan Benih Padi Capai Puluhan Miliar

...

  • Fazil
  • 03 August 2019 17:30 WIB

Geuchik Yadin, berdiri di depan Gudang DMB Seuneubok, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, tempat menyimpan padi Kelompok Tani Flora. Foto Fazil/portalsatu
Geuchik Yadin, berdiri di depan Gudang DMB Seuneubok, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, tempat menyimpan padi Kelompok Tani Flora. Foto Fazil/portalsatu

NISAM – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh memiliki puluhan paket pengadaan benih padi dengan pagu mencapai puluhan miliar pada tahun anggaran 2018 dan 2019.  

Hasil penelusuran sementara dilakukan portalsatu.com, salah satu kelompok tani penerima bantuan benih dari Distanbun Aceh pada tahun 2018 ialah Kelompok Flora Gampong Seuneubok, Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Kelompok tani tersebut memperoleh bantuan benih Inpari 42 dan hasil panen padi itu sekarang disimpan di Gudang Desa Mandiri Benih (DMB) Seuneubok.

“Bantuan benih padi Inpari 42 kami terima dari Dinas Pertanian Provinsi (Aceh), 250 Kg diserahkan sekitar bulan dua belas (Desember) 2018. Benih itu untuk Kelompok Flora beranggota 25 petani di gampong ini. Benih 250 Kg itu untuk sawah 10 hektare,” ujar Yadin, Geuchik Gampong Seuneubok, yang juga Ketua Kelompok Tani Flora, dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon seluler, Sabtu, 3 Agustus 2019, siang.

Yadin melanjutkan, “Benih 250 Kg itu kemudian kami budidaya dengan dibina pihak Dinas Pertanian Aceh Utara, dan sudah panen pada April 2019 lalu”.

Namun, Yadin mengaku tidak ingat total hasil panen padi itu pada April lalu. “Mohon maaf, saya sering lupa karena saya sakit lambung,” katanya.

“Tapi yang sekarang kami simpan di Gudang DMB (Seunubok) sekitar 15-20 ton, hasil panen padi (dari benih bantuan 250 Kg) itu yang kami beli dari anggota kelompok. Bukan dibeli dengan dana desa, tapi dibeli dengan uang pribadi saya dan beberapa anggota Kelompok (Flora). Jadi, padi yang sekarang disimpan di gudang itu boleh kami jual lagi, bisa juga untuk konsumsi,” ujar Yadin.

Yadin mengatakan, Gudang DMB Seuneubok yang dikelola Kelompok Tani Flora merupakan bantuan Distanbun Aceh. “Gudang itu bantuan sudah lama, antara tahun 2014-2015. Kapasitas gudang bisa menyimpan padi lebih kurang 40 ton,” katanya.

Menurut dia, setelah memperoleh bantuan Gudang DMB itulah, pihaknya pengurus Kelompok Tani Flora mengajukan permohonan bantuan benih padi kepada Distanbun Aceh. “Tapi saya lupa tahun berapa (pengajuan permohonan bantuan benih padi, karena sudah lama. Yang jelas, bantuan benih Inpari 42 diserahkan Dinas Pertanian Provinsi pada Desember 2018,” ujar Yadin.  

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Distan) Aceh Utara, Abdul Jalil, dihubungi terpisah, Sabtu siang, mengatakan, pada tahun anggaran 2018 lalu, tidak ada bantuan benih padi untuk masyarakat atau kelompok tani dari Distan kabupaten ini.

Saat ditanya pengadaan benih padi tahun anggaran 2019 ini, Abdul Jalil meminta waktu beberapa saat untuk menelepon stafnya. Tak lama kemudian, Abdul Jalil menelepon portalsatu.com. “Saya kebetulan sedang di Banda Aceh. Barusan saya telepon (staf) yang membidangi benih, tidak diangkat. Seingat saya untuk 2019 ada bantuan benih dari dinas kami, tapi tidak banyak, kalau tidak salah hanya diperuntukkan kepada dua kelompok tani di Kecamatan Syamtalira Aron untuk 25 hektare (sawah). Untuk data detailnya hari Senin nanti saya cek kembali,” katanya.

Abdul Jalil menjelaskan, benih padi Inpari 42 yang diterima Kelompok Tani Flora Gampong Seuneubok, merupakan bantuan Distanbun Provinsi Aceh tahun 2018. Menurut dia, di Aceh Utara ada sembilan Desa Mandiri Benih (DMB), salah satunya Seuneubok, Kecamatan Nisam. “Mungkin kesembilan DMB itu memperoleh bantuan benih, sekitar 250 Kg per kelompok. Kami hanya membina budidayanya, cara tanam, cara berikan pupuk. Dan hasil bantuan benih itu, Kelompok Flora sudah produksi (panen),” ujar Abdul Jalil.

Abdul Jalil menambahkan, “Bantuan benih padi Inpari 42 (yang diterima Kelompok Tani Flora Seuneubok) itu benih resmi”.

Menurut Abdul Jalil, Gudang DMB Seuneubok juga bantuan Distanbun Aceh. “(Gudang) itu sudah lama, sekitar 2014-2015,” katanya.

Melansir bbpadi.litbang.pertanian.go.id, INPARI adalah singkatan dari Inbrida Padi Sawah Irigasi, merupakan padi inbrida yang ditanam di lahan sawah. Inbrida mempunyai arti varietas yang dikembangkan dari satu tanaman melalui penyerbukan sendiri sehingga memliki tingkat kemurnian atau homozigositas yang tinggi. Inpari 42 Agritan GSR umur tanaman lebih kurang 112 hari, rata-rata hasil 7,11 ton/Ha, dan potensi hasil 10,58 ton/Ha.

Hasil penelusuran sementara dilakukan portalsatu.com pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sabtu, dalam daftar paket RUP Distan Aceh Utara tahun anggaran 2018 tidak ada data pengadaan benih padi. Sedangkan dalam daftar paket RUP Distan Aceh Utara tahun 2019, di antaranya terdapat pengadaan benih padi dengan pagu Rp30.937.500. Volume pekerjaan: 1875.00 Kg, uraian pekerjaan: Pengadaan benih padi untuk 75 ha x @ 25 kg, dan spesifikasi pekerjaan: Sesuai dengan KAK.

Selain itu, pengadaan bibit tanaman keperluan kegiatan pengembangan desa mandiri pangan (tidak disebutkan benih padi) dengan pagu Rp12.630.000.

Sementara itu dalam daftar paket RUP Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh tahun 2018, di antaranya terdapat pengadaan benih padi Inbrida (100 Ha) dengan pagu Rp25.750.000.000 sumber dana APBN. Lokasi pekerjaan: kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Volume pekerjaan: 2.500.000 Kg. Uraian pekerjaan: Benih padi Inbrida (100.000 Ha); untuk lokasi seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh. Spesifikasi pekerjaan: Padi Inbrida Varietas Ciherang, Inpari 30, IPB 3S, Cibogo, Inpari 42, Inpari 43, Mekongga, Inpari 30 Ciherang Sub 1, Inpari 22, Inpari 32, M400 dan varietas lokal.  

Ada pula paket pengadaan benih padi Inbrida dengan pagu Rp1.287.500.000 sumber dana APBN 2018. Lokasi pekerjaan: Aceh Besar dan Aceh Utara, volume pekerjaan: 125.000 Kg, uraian pekerjaan: Benih padi, spesifikasi pekerjaan: -.

Selain itu, pengadaan benih padi dengan pagu Rp320.000.000 sumber dana APBD 2018. Lokasi pekerjaan: 14 kabupaten/kota termasuk Aceh Utara. Volume pekerjaan: 20.000 Kg, spesifikasi pekerjaan: Benih padi kelas BP.

Sedangkan dalam daftar RUP Distanbun Aceh 2019 terdapat puluhan paket pengadaan benih dengan anggaran puluhan miliar. Di antaranya, Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Aceh Barat Daya 5.000 Ha dan Kabupaten Aceh Jaya 5.000 Ha dengan pagu Rp2.450.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Bireuen 7.000 Ha, Kabupaten Aceh Tamiang 2.000 Ha dan Kota Lhokseumawe 1.000 Ha dengan pagu Rp2.450.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Pidie 8.000 Ha dan Kabupaten Pidie Jaya 2.000 Ha dengan pagu Rp2.450.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Aceh Besar 10.000 Ha dengan pagu Rp2.450.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Aceh Timur 10.000 Ha Rp2.450.000.000.

Pengadaan Benih Padi Inbrida Lahan Kering Kabupaten Aceh Utara Rp2.082.500.000.

Pengadaan Benih Padi Inbrida Lahan Kering Kabupaten Aceh Timur Rp1.225.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Aceh Barat 6.000 Ha Rp1.470.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pengembangan Kawasan Padi Kabupaten Aceh Tenggara 5.000 Ha Rp1.225.000.000.

Pengadaan Benih Padi dalam rangka Pegembangan Kawasan Padi Kabupaten Nagan Raya 2.000 Ha Rp490.000.000.

Pengadaan Benih Padi (25 Kg/Ha) dalam rangka Penguatan Desa Mandiri Benih Klp Tani DMB di 16 Kabupaten se Aceh Rp250.125.000.

Pengadaan benih padi Inbrida lahan kering dan lahan sawah untuk lebih 20 kabupaten/kota dengan pagu antara Rp24,5 juta hingga Rp245 juta.

Pengadaan Benih Padi (25 Kg/Ha) dalam rangka Perbanyakan Benih Padi di Tingkat Penangkar Rp217.500.000.

Sejauh ini portalsatu.com belum memperoleh penjelasan pihak Distanbun Aceh terkait paket-paket pengadaan benih padi tersebut, apakah sudah direalisasikan semuanya atau tidak.[](idg)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.