29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


40 Ton Kopi Ngendap di Gudang, Pemkab Gayo Lues Diminta Bantu Modal

...

  • Win Porang
  • 25 September 2020 15:45 WIB

Adan tauke kopi di Desa Porang menunjukkan biji kopi dan tumpukan 40 ton kopi yang belum terjual. Foto: Win Porang
Adan tauke kopi di Desa Porang menunjukkan biji kopi dan tumpukan 40 ton kopi yang belum terjual. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Pemerintah Gayo Lues diminta memberikan bantuan modal kepada tauke kopi di kabupaten tersebut. Modal itu berupa pinjaman uang yang nantinya akan dikembalikan setelah kopi bisa dijual keluar daerah. 

Adan, salah satu tauke kopi di Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, Juma,t 25 September 2020, mengatakan saat ini seluruh penampung Kopi Gayo sangat kesulitan menjual kopi keluar daerah dampak pandemi Covid-19. Selain harga jual dengan harga beli dari masyarakat tidak sesuai, pemesanan kopi dari luar daerah juga berkurang.

"Di gudang UD Gayo Lues Coffe ada 40 ton lebih biji Kopi Gayo yang belum bisa dijual keluar daerah karena ketidaksesuaian harga. Jadi modal kami menumpuk di sini. Dan menghadapi musim panen raya Okteber 2020 ini kami belum tahu mau bagaimana," kata Adan.

Menurut Adan, jika memang barang yang ada di gudang tidak bisa dijual ke luar daerah, kemungkinan besar gabah kopi masyarakat tidak akan dibeli. Kecuali masyarakat membolehkan harga kopinya diberikan setelah barang dijual ke luar daerah.

"Saat ini harga gabah kopi per bambu Rp18 hingga Rp20 ribu, turun drastis dari seblum covid Rp36 ribu per bambu. Harga biji kopi atau ijo kopi saat ini Rp40 ribu per kg. Jadi kalau ditotalkan uang yang mengendap dari barang itu sudai mencapai Rp1,6 milar. Dan modal kami sudah nyaris habis untuk membeli dari petani. Itu baru saya, lain lagi dengan penampung kopi lainya," jelas Adan.

Untuk menstabilkan perekonomian masyarakat, Adan meminta agar Pemkab Gayo Lues memberikan pinjaman kepada tauke agar membeli kopi dari petani. Pinjaman itu akan dikembalikan setelah musim panen raya kopi berakhir atau usai kopi dijual ke luar daerah.

"Kalau memang pemda tidak bisa memberikan bantuan modal ini, kemungkinan akan kami setop dulu pembelian kopi sampai batas yang belum ditentukan. Namun, kami sangat berharap agar pemda bisa mencarikan solusinya," ucap Adan.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.