27 March 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


5 Startup Genjot `Pasar Halal` Dunia

...

  • DREAM
  • 05 January 2017 15:45 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Tren `pasar halal` kian menyodorkan pasar yang gemuk bagi dunia usaha. Nilai pasarnya bisa mencapai lebih dari Rp20.000 triliun.

Dilansir dari Tech in Asia, Kamis 5 Januari 2017, berdasarkan FoodNavigator, pasar halal global saat ini sebesar US$1,1 triliun (Rp14.723,71 triliun).

Angka ini diprediksi mencapai sebesar US$1,6 triliun (Rp21.416,3 triliun) pada 2018. Berdasarkan Halal Research Council, makanan halal dan pasar Muslim akan tumbuh double digit di semua negara yang mayoritas dan minoritas Muslim.

Lalu, berdasarkan World Finance, pasar global Muslim ini tumbuh hingga di atas US$3 triliun (Rp40.155,58 triliun).

Meskipun demikian, negara Muslim bukanlah menjadi garda depan revolusi halal. Misalnya, Brazil yang notabene bukan negara Muslim ini mencatat ekspor produk halal sebesar US$5,9 miliar (Rp78,97 triliun) pada 2015.

Ini merupakan pertanda yang jelas bahwa kebutuhan Muslim memberikan potensi bisnis yang cukup besar. 

Untuk itu, pelaku usaha melakukan berbagai cara untuk mengelola pasar halal. Salah satunya dengan mengembangkan startup untuk memenuhi kebutuhan Muslim.

Salaam Bank

Startup ini dibuat oleh pencipta Ummah Wide, Dustin Craun. Salaam Bank ini menyebut dirinya sebagai bank global untuk generasi global. Salaam Bank ini merupakam plaform perbankan dan keuangan syariah di dunia yang terhubung dengan nasabah dan menawarkan jasa keuangan berdasarkan lokasi mereka. Tentunya produk keuangan mereka menggunakan prinsip bebas riba.   

Bank syariah online ini mengadaptasi sistem perbankan Barat di mana bank online sudah banyak digunakan di sana. Salaam Bank ini juga didesain mendunia untuk bisa digunakan di Dubai, Jakarta, London, dan Amerika Serikat.   Sayangnya, Salaam Bank ini belum dirilis, tapi mereka diprediksi akan memulai uji coba secepatnya.   

Halal.ad

Platform ini dibuat oleh wirausahawan Muslim Denmark, Maruf Yusupov. Halal.ad ini didesain untuk menjadi alternatif platform iklan halal yang ramah bagi Muslim, sama seperti Google Ad Sense.   Misalnya, ketika sedang belajar Alquran secara online, tidak akan muncul iklan yang menjual barang haram seperti minuman beralkohol.    Platform ini juga mengecek setiap layanan jasa iklan untuk memastikan apakah iklan ini sesuai dengan prinsip-prinsip syariah serta bisa menghemat waktu dan uang perusahaan Muslim.  

Halal.ad juga menyediakan fitur seperti waktu dan tujuan target iklan. Sebagai tambahan, Halal.ad membantu pebisnis dan wirausaha untuk mengembangkan pasar halal.  

HalalTrip

Industri wisata dan travel Muslim ini diprediksi akan bernilai US$200 miliar (Rp2.679,19 triliun) pada 2020, menurut laporan yang dirilis MasterCard dan HalalTrip.   Platform yang dibuat oleh CEO CrescentRating, Fazal Bahardeen, pada 2013 ini sudah tumbuh pesat. HalalTrip ini sudah menjadi situs dan aplikasi yang membantu Muslim mencari destinasi halal.

HalalTrip ini juga membantu Muslim untuk mencari wisata halal mancanegara, misalnya restoran halal, hotel syariah, dan kupon promo. Startup ini juga memberikan fitur bagi pengguna untuk mengunggah restoran dan destinasi halal yang mereka kunjungi untuk dibagikan kepada pengguna lainnya.    Platform ini juga memberikan fitur bagi umat Islam untuk mengetahui jadwal salat. Aplikasi ini tersedia untuk smartphone iOS dan Android.

Quran Academy

Perusahaan kajian Alquran ini dibuat oleh seorang wirausahawan Muslim Amerika, Bilal Memon. Hafiz ini merupakan seorang analis keuangan. Ketika dia masih muda, Bilal sempat lupa beberapa ayat Alquran. Sejak itulah, dia menghabiskan waktu 2,5 tahun untuk membuat cara modern bagi umat Islam untuk mengaji Alquran.   

Hasilnya adalah Quran Academy. Situs ini sama baiknya dengan aplikasi mobile-nya, Quran Companion. Keduanya membantu Muslim untuk lebih dekat dengan Allah dan memberikan kajian Alquran.   

Bayyinah Institute

Bayyinah Institute ini didirikan oleh instruktur dan wirausahawan Arab kelahiran Jerman, Nouman Ali Khan. Bayyinah Institute ini bermisi untuk mendorong dan memperkaya pengetahuan Muslim tentang bahasa Arab dan Alquran di seluruh dunia. Platform ini fokus kepada aksesibilitas materi ajar, inovasi, kemampuan, dan pelajaran yang mudah dipahami.   

Konsep ini berdasar pada pemahaman Alquran dalam bahasa Arab yang sedikit rumit. Meskipun demikian, Bayyinah Institute membuka pintu bagi siapa pun yang ingin mempelajari kalam Illahi, baik dalam bahasa asli maupun bahasa Arab modern.   

Situs ini juga menyediakan koleksi video informatif, materi belajar online, materi rekaman suara, serta kelas online. Mereka juga menawarkan kursus intensif pada musim panas di kantor pusat dan kursus privat. | sumber : dream

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.