29 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


50 Orang Kaya AS Makin Tajir Melintir Selama Corona

...

  • OKEZONE
  • 14 October 2020 12:00 WIB

Bos Amazon.com Jeff Bezos. @Getty Images
Bos Amazon.com Jeff Bezos. @Getty Images

Ada sekitar 50 orang terkaya di Amerika Serikat (AS) yang kekayaan hampir mencapai setengah anggaran negara tersebut. Hal ini dikarenakan pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat ekonomi tidak proposional karena dirasakan sekelompok kecil saja.

Data baru dari Federal Reserve AS menunjukkan bahwa kekayaan AS hingga paruh pertama 2020 sangat mencolok berdasarkan ras, usia, dan kelas. 1% orang Amerika teratas memiliki kekayaan bersih sebesar USD34,2 triliun atau sekitar Rp505.629 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD).

Sementara 50% penduduk termiskin atau sekitar 165 juta orang total hanya memiliki USD2,08 triliun atau setara Rp30.737 triliun atau sekitar 1,9% dari semua kekayaaan rumah tangga.

Sementara itu, menurut Indec Bloomberg, 50 orang terkaya di negara itu memiliki kekayaan hampir USD2 triliun atau setara Rp29.555 triliun, naik USD339 miliar atau setara Rp5.006 triliun dari awal tahun 2020.

Covid-19 telah memperburuk ketidaksetaraan di AS membuat beberapa orang harus kehilangan pekerjaannya khususnya yang memiliki upah rendah. Sementara itu, banyak profesional kelas menengah ke atas yang bekerja dari rumah, menyaksikan rekening pensiun mereka meningkat nilainya setelah Departemen Keuangan dan Fed AS memompa stimulus ke dalam ekonomi dan pasar.

Alasan utama lain untuk perbedaan kekayaan adalah bahwa sebagian besar orang Amerika tidak mendapat manfaat dari kenaikan harga saham. Eksposur 90% terbawah ke pasar saham telah menurun selama hampir dua dekade. Sejak memuncak pada 21,4% pada tahun 2002, kelas menengah atas Amerika telah melihat penurunan 10 poin persentase dalam kepentingan ekuitas mereka di perusahaan.

1% terkaya memiliki lebih dari 50% ekuitas di perusahaan dan saham reksa dana. Sementara 9% orang terkaya berikutnya memiliki lebih dari sepertiga posisi ekuitas yang berarti bahwa 10% teratas orang Amerika memiliki lebih dari 88% saham.

Data Fed juga menunjukkan bahwa generasi Milenial, yang lahir antara tahun 1981 dan 1996, hanya menguasai 4,6% kekayaan AS meskipun mereka adalah yang terbesar dalam angkatan kerja dengan 72 juta anggota. Dan porsi kue yang dipegang oleh orang kulit hitam Amerika berukuran sama dengan 30 tahun yang lalu.

Seperti negara secara keseluruhan, kekayaan anak muda Amerika terkonsentrasi hanya di beberapa tangan. Mereka adalah pendiri Facebook Inc. Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovitz, bersama dengan pewaris Walmart Inc. Lukas Walton. 

"Pandemi semakin memperlebar pembagian kekayaan dan mobilitas ekonomi. Perkembangan lambat yang tidak perlu dalam waktu lama dapat terus memperburuk disparitas yang ada dalam ekonomi kita,” kata Ketua Fed Jerome Powell mengutip Bloomberg, Rabu (14/10/2020)

Beberapa jam setelah pidatonya, Presiden Donald Trump mengatakan kepada negosiator untuk menghentikan pembicaraan dengan Kongres Demokrat tentang paket bantuan l sampai setelah pemilihan November.

Mereka yang kekayaannya terkait dengan perusahaan teknologi yang diuntungkan dari peralihan pekerjaan, belanja, hiburan, dan sosialisasi online telah menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari ekonomi Covid-19. Yang memimpin adalah pendiri Amazon.com Jeff Bezos dengan Kekayaannya yang melonjak 64% pada 2020 menjadi USD188 miliar atau sekitar Rp2.777 triliun.[]sumber:okezone.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.