24 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


APBA 2020: Belanja Pegawai Rp4 Triliun, Belanja Modal Rp2,7 T

...

  • PORTALSATU
  • 04 January 2020 14:30 WIB

ilustrasi. Foto: dok. setkab.go.id
ilustrasi. Foto: dok. setkab.go.id

BANDA ACEH – Setelah DPRA ketuk palu alias persetujuan bersama Gubernur Aceh terhadap RAPBA tahun 2020, 25 September, dan ditetapkan menjadi Qanun Aceh pada 23 Oktober 2019, dokumen APBA 2020 kini dapat diakses publik.

Dokumen Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2019 tentang APBA Tahun Anggaran 2020 yang diundangkan dalam Lembaran Aceh Tahun 2019 Nomor 20 pada 23 Oktober 2019, dipubllikasikan melalui laman resmi (situs web) Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Aceh (https://ppid.acehprov.go.id/).

Dilihat portalsatu.com, 4 Januari 2020, dokumen Qanun Aceh tentang APBA 2020 itu dipublikasikan via laman resmi PPID Aceh sejak 2 Januari 2020.

Berdasarkan data dalam Qanun Aceh tentang APBA 2020 tersebut, pagu Pendapatan Aceh senilai Rp15.457.220.461.974 (Rp15,457 triliun lebih) dan Belanja Aceh Rp17.279.528.340.753 (Rp17,279 triliun lebih), sehingga defisit Rp1.822.307.878.779. Defisit itu ditutupi dengan penerimaan Pembiayaan Aceh Rp1.822.307.878.779 (dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran sebelumnya/SiLPA).

Dari total pagu Belanja Aceh Rp17,279 triliun lebih, Belanja Tidak Langsung Rp7.563.418.756.923 (Rp7,563 triliun lebih) dan Belanja Langsung Rp9.716.109.583.830 (Rp9,716 triliun lebih).

Belanja Tidak Langsung terdiri dari belanja pegawai Rp2.823.244.637.477 (Rp2,823 triliun lebih), belanja hibah Rp712.362.675.022 (Rp712,362 miliar lebih), belanja bantuan sosial Rp15.818.350.000 (Rp15,818 miliar lebih), belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa Rp912.951.642.027 (Rp912,951 miliar lebih), dan belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa dan partai politik Rp2.980.215.904.489 (Rp2,980 triliun lebih).

Adapun Belanja Langsung, untuk belanja pegawai Rp1.270.770.604.879 (Rp1,270  triliun lebih), belanja barang dan jasa Rp5.719.711.520.446 (Rp5,719 triliun lebih), dan belanja modal Rp2.725.627.458.505 (Rp2,725 triliun lebih).

Data tersebut menunjukkan belanja pegawai dalam APBA 2020 mencapai Rp4,093 triliun lebih (belanja pegawai dalam belanja tidak langsung Rp2,823 triliun lebih + belanja pegawai pada belanja langsung Rp1,270  triliun lebih).

Sebagai perbandingan, dalam APBA murni 2019 (sebelum perubahan), alokasi belanja pegawai dalam belanja tidak langsung senilai Rp2,50 triliun lebih, dan belanja pegawai pada belanja langsung Rp794,46 miliar lebih. Sedangkan belanja barang dan jasa Rp6 triliun lebih dan belanja modal Rp3,62 triliun lebih. Data itu menunjukkan belanja barang dan jasa mendapat alokasi paling besar dalam belanja langsung. (Baca: Anggaran Aceh 2019: Prorakyat atau Pelayan Rakyat?)

Pengertian belanja pegawai dan belanja modal

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dijelaskan klasifikasi belanja daerah terdiri atas: a. belanja operasi; b. belanja modal; c. belanja tidak terduga; dan d. belanja transfer.

Belanja operasi merupakan pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Belanja operasi dirinci atas jenis: a. belanja pegawai; b. belanja barang dan jasa; c. belanja bunga; d. belanja subsidi; e. belanja hibah; dan f. belanja bantuan sosial.

Belanja pegawai—salah satu bagian dari belanja operasi—digunakan untuk menganggarkan kompensasi yang ditetapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Kompensasi dimaksud diberikan kepada kepala daerah/wakil kepala daerah, pimpinan/anggota DPRD, dan pegawai ASN.

Pemerintah daerah dapat memberikan tambahan penghasilan kepada pegawai ASN dengan memerhatikan kemampuan keuangan daerah dan memperoleh persetujuan DPRD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Tambahan penghasilan dimaksud diberikan berdasarkan pertimbangan beban kerja, tempat bertugas, kondisi kerja, kelangkaan profesi, prestasi kerja, dan/atau pertimbangan objektif lainnya.

Belanja barang dan jasa digunakan untuk menganggarkan pengadaan barang/jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12 bulan, termasuk barang/jasa yang akan diserahkan atau dijual kepada masyarakat/pihak ketiga.

Sedangkan belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi: a. belanja tanah, digunakan untuk menganggarkan tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai; b. belanja peralatan dan mesin, digunakan untuk menganggarkan peralatan dan mesin mencakup mesin dan kendaraan bermotor, alat elektronik, inventaris kantor, dan peralatan lainnya yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 bulan dan dalam kondisi siap pakai.

Berikutnya, c. belanja bangunan dan gedung, digunakan untuk menganggarkan gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai; d. belanja jalan, irigasi, dan jaringan, digunakan untuk menganggarkan jalan, irigasi, dan jaringan mencakup jalan, irigasi, dan jaringan yang dibangun pemerintah daerah serta dimiliki dan/atau dikuasai pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai.

Lalu, e. belanja aset tetap lainnya, digunakan untuk menganggarkan aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok aset tetap, yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah daerah dan dalam kondisi siap dipakai; dan f. belanja aset lainnya, digunakan untuk menganggarkan aset tetap yang tidak digunakan untuk keperluan operasional pemerintah daerah, tidak memenuhi definisi aset tetap, dan harus disajikan di pos aset lainnya sesuai dengan nilai tercatatnya.[](nsy)

Lihat pula: IDeAS: APBD Aceh Tertinggi ke-5, Kemiskinan Tertinggi ke-6 di Indonesia

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.