26 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Banda Aceh
Bantuan Pelaku Usaha Mikro Tahap Dua, Ini Harus Diperhatikan saat Mendaftar

...

  • PORTALSATU
  • 11 October 2020 14:20 WIB

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh M. Nurdin. Foto: Istimewa
Kepala Diskopukmdag Banda Aceh M. Nurdin. Foto: Istimewa

BANDA ACEH – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh kembali membuka pendaftaran program bantuan bagi pelaku usaha mikro tahap dua.

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, M. Nurdin, mengatakan Kementerian Koperasi dan UKM akan menyalurkan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) tahap II melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) diperuntukkan kepada seluruh pelaku usaha mikro terdampak Covid-19. Hal itu berdasarkan Surat Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia Nomor  491/SM/X/2020 tanggal 6 Oktober 2020.

Menurut Nurdin, sebelumnya pada tahap satu yang mendaftar sekitar 5.000 pelaku usaha mikro. Namun, yang ditetapkan oleh Menkop dan UKM sebagai penerima sebanyak 4.456 pelaku usaha.

Nurdin menjelaskan bagi pelaku usaha yang mau mendaftar agar benar-benar teliti dalam memasukkan data ke laman pendaftaran. Pasalnya, kata dia, permohonan yang ditolak disebabkan kesalahan data tersebut.

“Kesalahan datanya seperti salah memasukkan NIK, tidak memasukkan nomor HP, melakukan usulan ganda atau mendaftar lebih dari satu kali, bukan warga Banda Aceh, status pekerjaannya sebagai PNS/TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD dan sudah mendapat bantuan dari pemerintah,” kata Nurdin, 10 Oktober 2020.

Nurdin menyebut pihaknya akan melakukan seleksi bagi pendaftar untuk melihat keabsahan nomor induk kependudukan, status pekerjaan dan status belum menerima bantuan dari  pemerintah.

“Apabila hasil seleksi memenuhi syarat data tersebut dikirim ke BPKP untuk proses cleansing. Hasil cleansing BPKP dikoordinasikan kembali ke dinas dan selanjutnya dinas menyampaikan data usulan nama-nama calon penerima BPUM ke Kemenkop dan UKM RI. Tim terkait di Kemenkop akan periksa kembali data tersebut untuk penetapan penerima,” ujar Nurdin.

Nurdin mengatakan bantuan tersebut juga  dimonitor dengan ketat oleh auditor dan aparat penegak hukum. Jadi, pihaknya  berharap hanya masyarakat yang memenuhi syarat yang mendaftar agar tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari.

Nurdin menjelaskan program BPUM tersebut ditargetkan untuk pelaku usaha yang memiliki kegiatan usaha mikro seperti pedagang pasar, PKL, industri/usaha rumah tangga atau pelaku usaha yang memiliki omzet < 300 juta/tahun dan memiliki aset < 50 juta yang terdampak Covid-19 dan belum terakses perbankan.

Nurdin mengatakan bagi masyarakat yang berminat bisa mendaftarkan secara online di https://bit.ly/BPUMbnatahap2.

"Pendaftarannya bisa dilakukan langsung melalui perangkat HP/komputer dengan persyaratan warga Kota Banda Aceh memiliki NIK/KTP elektronik, memiliki usaha yang masuk kategori usaha mikro dengan menyertakan foto usaha tersebut, memiliki nomor rekening bank dengan saldo kurang dari Rp2 juta, tidak sedang mengakses kredit di perbankan, belum pernah menerima bantuan dari pemerintah dan bukan ASN, anggota TNI, anggota Polri, pegawai BUMN atau BUMD," kata Nurdin.

Nurdin menambahkan pendaftaran tersebut akan ditutup secara otomatis oleh aplikasi sampai akhir November 2020 dan tidak dipungut biaya apapun.

"Setelah dilakukan pendaftaran online, datanya akan diusulkan Pemerintah Kota Banda Aceh kepada Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia sebagai calon penerima bantuan modal kerja pelaku usaha mikro dari Kota Banda Aceh," ucapnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.