19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bernard Arnault, Pemilik Brand Pakaian Mahal Orang Terkaya Dunia

...

  • portalsatu.com
  • 07 October 2019 12:00 WIB

Nama Bernard Arnault, bos dan CEO produsen barang fesyen mewah, Louis Vuitton Moet Hennessy mendepak Bill Gates dari posisi kedua miliuner terkaya di dunia. @JOEL SAGET/AFP
Nama Bernard Arnault, bos dan CEO produsen barang fesyen mewah, Louis Vuitton Moet Hennessy mendepak Bill Gates dari posisi kedua miliuner terkaya di dunia. @JOEL SAGET/AFP

Nama Bernard Arnault, bos dan CEO produsen barang fesyen mewah, LVMH  (Louis Vuitton Moet Hennessy) mendepak Bill Gates dari posisi kedua miliuner terkaya di dunia. Ini menjadi sebuah hal tersendiri dalam tujuh tahun sejarah Bloomberg Billionaires Index.

Arnault berada di posisi dua sedangkan Gates kini berada di posisi 3. Di posisi pertama ada Jeff Bezos, bos Amazon.

Mengutip SCMP, LVMH menikmati laba pada 2018 dengan pendapatan sebesar 46,8 miliar euro (US$2,5 miliar). Laba ini meningkat 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

Jumlah keuntungan ini membuat nilai Arnault meningkat jadi US$107,6 miliar. Sedangkan Gates lebih dari US$200 juta.

Arnault menambahkan US$39 miliar dalam jumlah kekayaannya di 2019 saja. Ini adalah keuntungan terbesar sejauh ini di antara 500 orang di peringkat tersebut.

Tahun 2019 menjadi tahun yang sangat baik bagi taipan Prancis. Bersama Arnault, bos Kering Francois Pinault dan bos kosmetik Francoise Bettencourt Meyers memiliki keuntungan bersama mencapai US$57 miliar.

Arnault dan keluarganya termasuk dalam pengusaha kaya yang menjanjikan memberi bantuan senilai US$650 juta untuk pembangunan Katedral Notre Dame pascakebakaran.

Pria bernama lengkap Bernard Jean Etienne Arnault ini lahir di Roubaix, Perancis pada 5 Maret 1949. Dia bersekolah di Ecole Polytechnique di Palaiseau. Dia mengenyam pendidikan teknik dan lulus pada 1971. Ayahnya, Jean Leon Arnault adalah berkerja di bidang perakitan dan pemilik perusahaan teknik sipil, Ferret Savinel.

Setelah lulus pada 1971, Arnault bergabung dengan perusahaan ayahnya. Pada 1976, ia meyakinkan ayahnya untuk melikuidasi divisi konstruksi da mengubah fokus perusahaan menjadi real estat.

Dia pun diangkat menjadi direktur pengembangan perusahaan tersebut pada 1974. Arnault pun menjadi CEO perusahaan pada 1977 dan pada 1979 dia menggantikan ayahnya sebagai presiden perusahaan.

Dia masuk ke bisnis barang mewah pada 1984 dengan mengakuisisi grup perusahaan yang menaungi Christian Dior, Boussac Saint Freres. Selain Dior, perusahaan tersebut juga memiliki departement store Le Bon Marche.

Empat tahun kemudian, dia membeli saham besar di LVMH.[]Sumber:cnnindonesia

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.