07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Blok Lhokseumawe: BPMA Sebut Zaratex Mulai Proses AMDAL

...

  • PORTALSATU
  • 22 November 2019 21:20 WIB

Ilustrasi Blok Migas lepas pantai. Foto: istimewa/net
Ilustrasi Blok Migas lepas pantai. Foto: istimewa/net

BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyebut Zaratex NV mulai memproses Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pengembangan Lapangan Gas Peusangan B di lepas Pantai Lhokseumawe.

Deputi Operasi dan Perencanaan BPMA, Teuku Muhammad Faisal, mengatakan sudah mempersiapkan dokumen terkait kajian AMDAL. "Estimasi MoU dan pengerjaan AMDAL dimulai awal Januari 2020," kata Faisal dilansir katadata.co.id, 22 November 2019.

Kajian mengenai AMDAL diharapkan rampung dalam satu tahun. Setelah itu, operator bisa memulai proses tender kajian desain awal (Pre Front End Engineering Design/FEED) Blok Lhokseumawe. "Normalnya sekitar 12 bulan untuk AMDAL. Mereka harus mengumpulkan dulu. Harus survei lapangan juga," ujar Faisal.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui Rencana Pengembangan Pertama (Plan of Development (POD I) Lapangan Gas Peusangan B di lepas Pantai Lhokseumawe yang dioperasikan Zaratex N.V.

"Ini adalah persetujuan pengembangan lapangan migas pertama setalah keluarnya PP 23/2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh, dan terbentuknya BPMA," kata Plt. Kepala BPMA, Azhari Idris, Jumat, 11 Oktober 2019.

Azhari Idris menjelaskan, lapangan gas terletak pada sekitar 7 Km lepas Pantai Lhokseumawe ini ditargetkan akan memulai produksi pertama pada awal tahun 2023. Sementara ini akan dilakukan serangkaian kegiatan persiapan, termasuk penyelesaian kajian AMDAL dan persiapan engineering design serta persiapan lainnya untuk mendukung pembangunan anjungan lepas pantai. Juga pemasangan pipa gas bawah laut sepanjang 7 Km dan pembangunan fasilitas separator gas di darat dilengkapi dengan CO2 removal dan gasdryer.

"Pengembangan lapangan gas ini akan berproduksi selama 13 tahun dengan kondisi cadangan gas sekarang pada Lapangan Peusangan B," ujar Azhari.

Namun, lanjut Azhari, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Zaratex juga akan melakukan kegiatan eksplorasi lanjutan dengan melakukan pengeboran tambahan minimal dua sumur lagi untuk memastikan usia produksi gas bisa lebih lama, dan diharapkan volume produksi juga bisa bertambah. 

"Setidaknya dari lapangan gas yang akan diproduksikan ini, tahap awal diperkirakan akan diproduksikan sebesar 14,5 MMSCFD dan produksi puncak sebesar 19,4 MMSCFD selama masa produksi 13 tahun," tutur Azhari.

Azhari menyebutkan, dari produksi ini negara diperkirakan akan mendapatkan pendapatan senilai USD$ 156.557.974 pada harga gas USD$ 6,5/MMBTU (flat) dan asumsi rata-rata harga kondensat USD$ 65/BBL.

Azhari juga menjelaskan, sebagaimana telah diatur secara undang-undang bahwa Pemerintah Aceh akan mendapatkan participating interest (PI) minimal sebesar 10% melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).(BacaMenteri ESDM Setujui Pengembangan Lapangan Gas Lepas Pantai Lhokseumawe)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.