23 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


BPKS Dinilai Tak Punya Road Map, Keluarlah dari Pola Pikir Lama!

...

  • MUDIN PASE
  • 17 January 2019 15:00 WIB

Fathurrahman Anwar. Foto: istimewa
Fathurrahman Anwar. Foto: istimewa

BANDA ACEH - Akademisi muda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Fathurrahman Anwar, menilai BPKS Sabang terus jalan di tempat. Pasalnya, orientasi terlalu pada pembangunan bersifat fisik.

"Sepertinya sejak dari awal BPKS dibentuk para pimpinan BPKS tidak memiliki road map yang jelas ke mana BPKS akan dibawa. Umumnya mereka terjebak pada kisah gemerlap masa lalu. Ini terlihat dari pengalokasian anggaran selama bertahun-tahun untuk pembangunan pelabuhan yang menurut saya akan sia-sia belaka mengingat perkembangan geoekonomi politik saat ini sudah tidak memungkinkan Sabang mengulang kegemilangan masa lalu sebagai pelabuhan bebas," ujar Fathurrahman, Kamis, 17 Januari 2019.

Seharusnya BPKS fokus pada pemanfaatan potensi Sabang yang masih relevan saat ini. Yaitu pengembangan wisata dan perikanan. Jika mau sedikit maju lebih jauh Sabang bisa diarahkan sebagai kawasan keuangan lepas pantai (Offshore Financial Center).

"Saya  ingat informasi yang pernah disampaikan oleh salah satu pejabat di salah satu kementerian pusat bahwa pemerintah pusat punya rencana mengembangkan kawasan sejenis di dua wilayah di Indonesia," kata Fathurrahman.

Menurut dia, ketiga sektor di atas pada dasarnya akan saling mendukung dan saling berkaitan. Berbeda halnya dengan pengembangan industri manufaktur dan pengembangan pelabuhan untuk tujuan transhipment yang berpotensi merusak keindahan alam Sabang yang tentunya akan menghancurkan sektor wisata. "Padahal berbagai sumber menyebutkan bahwa sektor wisata merupakan sumber devisa negara kedua setelah migas di negara sedang berkembang," ucapnya.

"Jadi kita minta BPKS keluar dari pola pikir lama. Cukupkan dulu infrastruktur besar. Beralih pada promosi pariwisata, dan mendorong investasi perikanan. Sektor ini jauh lebih realistis dan menjanjikan. Kalau berharap pada pelabuhan bebas sangat sulit dengan pola anggaran terbatas. Kecuali pusat mau investasi besar-besaran menyiapkan sarana pendukung," tegas Fathurrahman.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.