18 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


'BPKS, Sapi Perah yang Tersandera Kepentingan Elite'

...

  • MUDIN PASE
  • 18 January 2019 16:50 WIB

Ayi Jufridar. Foto: istimewa/net
Ayi Jufridar. Foto: istimewa/net

BANDA ACEH - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal, Ayi Jufridar, turut merasa prihatin dengan kondisi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS).

"BPKS diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh. Dengan segala potensi yang dimilikinya, seharusnya memberikan kontribusi konkret dalam kegiatan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi. Sayangnya, selama ini BPKS tersandera kepentingan elite dan hanya dijadikan sapi perah," kata Ayi Jufridar saat dimintai komentarnya terkait BPKS, 17 Januari 2019.

Jika melihat sejarahnya, pejabat ditunjuk sebagai kepala BPKS adalah orang dekat dengan gubernur Aceh, bahkan ada yang satu partai dengan gubernur. "Tidak masalah sejauh kepala BPKS itu memang profesional, jujur, dan berintegritas. Dia mampu mengelola BPKS untuk kepentingan Aceh, bukan semata kepentingan partai politik, kelompok, dan elite di Aceh," ujar Ayi.

Menurut Ayi, beberapa kepala BPKS sempat memiliki sejarah sukses dalam perusahaan besar sebelumnya. Namun, ketika memimpin BPKS nuansanya sudah berbeda, mungkin harus berkompromi dengan kondisi tertentu dan pada akhirnya membuat yang bersangkutan berurusan dengan hukum. Kalau mau berhasil, kata Ayi, kepala BPKS harus berani berkata “tidak” terhadap desakan politik yang berpotensi melanggar hukum.

Selain itu, kata Ayi, BPKS memiliki beban masa lalu berupa kasus korupsi yang belum selesai. Kepala BPKS tidak bisa bekerja kalau masalah korupsi di masa lalu belum tuntas. Kinerja BPKS jangan sampai terbebani dengan dosa masa lalu. "Justru dosa masa lalu harus dijadikan pelajaran dan peringatan agar tidak terulang kembali, siapa pun yang memaksa, meski harus kehilangan jabatan," katanya.

Ayi berharap ke depan Dewan Kawasan Sabang (DKS) punya niat suci melihat BPKS menjadi ujung tombak kemajuan Aceh. "Pilih orang yang berpengalaman, berintegritas dan punya visi yang jelas. Tidak usahpun terlalu fokus pada pelabuhan bebas. Mulailah lebih kepada eksploitasi kekayaan laut dan pariwisata," ujar Ayi.[]
 

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.