25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


BPOM Aceh Sita 167 Item Produk Kosmetik Ilegal

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 12 September 2017 23:40 WIB

BANDA ACEH - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menyita 167 item dengan 4.391 pieces produk yang beredar tanpa izin. Adapun keseluruhan nilai ekonomi diperhitungkan sebanyak Rp54 Juta lebih.

Informasi yang diterima wartawan diketahui produk tersebut terdiri dari 25 item obat tradisional dengan 319 piece dan 142 item dengan jumlah 4.072 pieces kosmetik.

Kepala BPOM Aceh, Zulkifli mengatakan, operasi ini bertujuan untuk menekan maraknya peredaran kosmetik dan obat tradisional yang tidak mengantongi izin edar, berbahan kimia berbahaya bahkan sudah kadaluarsa.

“Barang-barang ini dapat membahayakan konsumen, maka dari itu kami menyita dan akan dimusnahkan,” kata Zulkifli dalam konferensi pers di Kantor BBPOM Aceh, Selasa, 12 September 2017.

Berbagai produk yang disita BPOM Aceh ini berasal dari empat daerah, yaitu Lhokseumawe, Langsa, Bireuen, dan Pidie. Penyitaan dilakukan saat operasi serentak secara nasional yang digelar sejak 5 September 2017 lalu. Keempat daerah tersebut, memiliki tingkat peredaran produk kosmetik dan tingkat konsumen yang sangat tinggi.

Zulkifli menjelaskan, kebanyakan produk-produk kosmetik ilegal yang mereka sita saat operasi didapatkan dari pedagang baru. Mengingat hal tersebut, BPOM hanya memberikan teguran lisan dan mengingatkan pedagang agar tidak mengulangi pelanggaran serupa. Sementara untuk  beberapa pedagang lama yang berulang kali menjajakan produk kosmetik bermasalah, akan ditindaklanjuti oleh aparat hukum. 

"Ada unsur kesengajaan dan pemilik akan dipanggil dan digali lebih dalam terkait siapa pemasok kosmetik tersebut. BPOM hanya menyita barangnya saja, bila ada pelanggaran yang berulang kali akan kita serahkan ke penyidik,” kata Zulkifli.

Barang-barang ilegal ini diduga masuk Indonesia lewat pelabuhan di Medan dan Pekanbaru. Pemasok kemudian menggunakan pelabuhan gelap milik nelayan untuk menyebar produk ilegal ini di Aceh.

"Produk kosmetik tanpa izin edar ini kebanyakan dipasok dari berbagai negara, seperti Malaysia dan China. Tapi tidak menutup kemungkinan barang itu juga berasal dari dalam negeri," ungkap Zulkifli.

Pihak BPOM Aceh juga mengingatkan konsumen agar tidak tergiur pada kosmetik murah dan berpenampilan menarik yang beredar di pasaran. Zulkifli juga meminta warga mengecek semua barang melalui aplikasi milik BPOM sebelum membeli produk. "Untuk mengetahui apakah produk itu terverifikasi balai POM atau tidak," katanya, tanpa merincikan aplikasi yang dimaksud.

Untuk penjual kosmetik berbasis online, pihak BPOM saat ini juga tengah gencar melakukan penindakan. “Ini penting, agar masyarakat tidak asal membeli yang kemudian merugikan dirinya sendiri,” kata Zulkifli.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.