21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka di Aceh Tertinggi Ditempati Lulusan SMK

...

  • BBC Indonesia
  • 07 November 2017 18:40 WIB

Kepala BPS Provinsi Aceh Wahyudin. @Taufan Mustafa/portalsatu.com
Kepala BPS Provinsi Aceh Wahyudin. @Taufan Mustafa/portalsatu.com

BANDA ACEH – Tingkat Pengangguran terbuka (TPT) di Aceh masih tergolong tinggi pada Agustus tahun 2017 yaitu 6,57 persen. TPT tertinggi ditempati lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 10,95 persen, disusul SMA 10,74 persen.

“Angka pengangguran yang sudah kita rilis, itu keadaan per Agustus tahun 2017, angkanya pada posisi 6,57 persen Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) atau mencapai 150 ribu orang (jumlah penganggur),” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh Wahyudin saat diwawancarai sejumlah wartawan di Rumoh Aceh Kupi Jeulingke, Banda Aceh, Selasa, 7 November 2017.

“Penyebab tingginya angka pengangguran itu, kalau kita lihat dari sisi penyediaan lapangan kerja, kita sangat kurang, belum optimal,” ujar Wajyudin.

Namun, menurut Wahyudin, TPT di Aceh 6,57 persen pada Agustus 2017 menurun dibandingkan Agustus 2016 yang mencapai 7,57 persen. Jumlah penganggur pada Agustus 2017 sebanyak 150 ribu, berkurang sekitar 21 ribu dibandingkan Agustus 2016 yang mencapai 171 ribu orang.

Wahyudin menyebutkan, TPT tertinggi ditempati lulusan SMK yang mencapai 10,95 persen, disusul SMA 10,74 persen. Sedangkan TPT terendah adalah penduduk dengan pendidikan SD ke bawah yakni 2,32 persen.

“Karena mereka (yang berpendidikan SD ke bawah) bisa masuk ke buruh, seperti buruh tani, industri, perdagangan. Tapi kalau lulusan SMA ke atas, itu milih milih pekerjaannya, apalagi yang SMK sekarang ini belum siap untuk mandiri, mereka harus ditambah lagi keterampilannya. Biasanya melalui Balai Latihan Kerja (BLK) atau lainnya, dan mereka juga harus diberikan modal untuk bisa buka usaha mandiri,” ujarnya.

"Sementara ini orang-orang pada umumnya lebih condong bekerja di perusahaan. Sementara perusahaan di Aceh masih belum begitu banyak. Usaha mandiri itu harus disuntik dengan modal, itu juga bisa dalam bentuk kredit usaha rakyat, atau stimulan dari pemerintah dalam bentuk apapun yang kemudian digilir," kata Wahyudin.

Wahyudin melanjutkan, “Sebenarnya lulusan SMK sudah punya dasar, mereka sudah punya teorinya. Misalnya yang jurusan menjahit, itu sudah memiliki teorinya, tapi belum tentu siap untuk langsung terjun ke lapangan untuk usaha mandiri, sehingga harus dibantu lagi”.

"Lulusan SMK harus diberikan pelatihan kusus lagi, kemudian dibantu dengan modal, baru bisa berusaha mandiri," kata Wahyudin.

Menurut Wahyudin, lulusan perguruan tinggi juga banyak yang masih menjadi pengangguran. “Kalau tidak salah 3 persen lebih dari total persentase pengangguran. Mereka yang lulusan perguruan tinggi, itu nggak mau terjun ke wirausaha seperti pertanian, mereka maunya itu PNS rata-rata," ujarnya.

Dengan dirilisnya data itu oleh BPS, Pemerintah Aceh diharapkan dapat terus berupaya mengurangi angka pengangguran. Di antaranya, memberikan pelatihan wirausaha kepada masyarakat. "Paling tidak pemerintah bisa mengusahakan pelatihan wirausaha mandiri. Tetapi tidak hanya sampai di situ, pemerintah harus melanjutkan dengan pemberian modal usaha. Di samping mempekerjakan diri sendiri, kalau sudah berkembang mereka bisa menampung orang lain nantinya," kata Wahyudin.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.