21 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Bursa Inovasi Desa di Samudera, Ini Menu Kegiatan Ditawarkan dan Banyak Dipilih

...

  • PORTALSATU
  • 26 August 2019 16:10 WIB

BID di Kecamatan Samudera. Foto istimewa
BID di Kecamatan Samudera. Foto istimewa

SAMUDERA - Sebanyak 120 peserta dari 40 gampong di Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mengikuti Bursa Inovasi Desa (BID), di Aula Kantor Camat Samudera, Senin, 26 Agustus 2019. Para peserta itu dari unsur geuchik, tuha peut, dan perwakilan perempuan. Turut hadir tim Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Aceh Utara, Mukhtarisyah, Muspika Samudera, imum mukim dan tokoh masyarakat.

BID tersebut digelar Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Samudera. Panitia pelaksana BID itu dari pihak kantor kecamatan, TPID, pendamping desa dan pendamping lokal desa. Anggaran pelaksanaan BID tersebut bersumber dari 15 persen Dana Operasional Kegiatan (DOK) TPID Tahun 2019 Kecamatan Samudera.

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan. Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPPKB) Aceh Utara, Fakhrur Radhi, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Fakhrur Radhi mengatakan, BID ini merupakan sebuah forum penyebaran dan pertukaran inovasi masyarakat yang berkembang di gampong-gampong. “Dan merupakan media belajar bagi masyarakat dan pemerintah gampong untuk memperoleh informasi (referensi) yang dapat mendukung pembangunan gampong," ujarnya. 

Menurut Fakhrur Radhi, kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pemanfaatan dana desa. Dengan memberikan banyak referensi dan inovasi-inovasi pembangunan gampong, kata dia, diharapkan mampu memantik kreativitas gampong dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki gampong.

“Para geuchik yang sudah memilih menu-menu yang dituangkan dalam kartu komitmen pada bursa hari ini, agar berkomitmen untuk dimasukkan dalam APBGampong 2020. Itu inti tujuan dari kegiatan pada hari ini,” kata Fakhrur Radhi.

Dia juga meminta para geuchik untuk memaksimalkan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang menggunakan dana desa dengan memanfaatkan pendampingan dari pendamping baik pendamping lokal desa maupun pendamping desa pemberdayaan dan insfrastruktur. 

Ketua TPID Kecamatan Samudera, Fadli, didampingi Pendamping Desa Pemberdayaan, Marzuki, menjelaskan dalam kegiatan ini ada tiga menu BID yang ditawarkan kepada seluruh peserta, yaitu Bursa A mengenai infrastruktur, Bursa B terkait sumber daya manusia, dan Bursa C menyangkut ekonomi dan kewirausahaan.

Untuk menu Bursa A bidang Infrastruktur, kegiatan yang ditawarkan: 1. Pembangunan Embung Untuk Pengairan dan Wisata; 2. Sarana Olahraga Desa (Sorga Desa); 3. Lahan Kosong untuk “Taman Olahraga Desa”; 4. Penampungan Air Untuk Aneka Manfaat Pertanian dan Perkebunan; 5. Perahu “Penolong” Untuk Nelayan Miskin; 6. Inovasi Mesin Pencacah Rumput Untuk Ternak; 7. Pembangunan Jalan Usaha Tani; 8. Inovasi Pompa Air Tanpa Listrik.

Menu Bursa B bidang Sumber Daya Manusia, kegiatan yang ditawarkan: 1. Posyandu Lansia; 2. Pakan Ternak Fermentasi Pengganti Rumput; 3. Perencanaan Bisnis Untuk Merintis Usaha Badan Usaha Milik Desa; 4. Meningkatkan Penerimaan Desa melalui Pengelolaan Wisata Sejarah; 5. Peningkatan Pelayanan Administrasi Kependudukan Berbasis Digital; 6. Pembukuan dan Pelaporan Keuangan BUMDes melalui SIABUMDES; 7. Pelayanan PAUD Gratis; 8. Pos Gizi Ibu Hamil Untuk Penanganan Stunting; 9. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Dana Desa; 10. Pemuda Pelestari Seni Tradisional; 11. Menyiapkan Generasi Brilian di Bidang Keagamaan; 12. Desa Siaga Sosial; 13. Kiat Jitu Posyandu.

Sedangkan menu Bursa C bidang Ekonomi dan Kewirausahaan, kegiatan yang ditawarkan: 1. BUMDes Mart Solusi Belanja Hemat (DesaMart); 2. Mendaur Ulang Ban Bekas Mengurangi Ancaman Endemi Malaria dan Demam Berdarah; 3. Mendayagunakan Tanah Ulayat sebagai Sumber Kesejahteraan Desa; 4. Pemanfaatan Lahan Tidur dengan Pengembangan Komoditi Tanaman Muda; 5. Pembiayaan Ekonomi Syariah; 6. Budidaya Udang Vaname dengan Sistem Ecoshrimp-Busmetik; 7. Peternakan Kambing Dengan Konsep Pakan Fermentasi; 8. Toko Bangunan; 9. Pemanfaatan Sumber Air Bersih Desa untuk Usaha Air Mineral Dalam Kemasan; 10. Pembibitan Padi Unggul; 11. Peternakan Sapi Dengan Konsep Pakan Fermentasi; 12. Kotoran Ternak Menjadi Biogas; 13. Upaya Desa Menghidupkan Kembali BUMDes yang Dibekukan; 14. Pengelolaan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik.

Fadli menyebutkan, hasil kegiatan BID ini diharapkan nantinya para geuchik memiliki referensi dalam menyusun perencanaan pembangunan gampong dan akan menindaklanjutinya dengan dimasukkan dalam dokumen Rencana Kegiatan Pembangunan Gampong (RKPGampong) pada tahun 2020. Sehingga pemanfaatan dana desa dapat dimaksimalkan dengan baik, efektif dan berkualitas.  

“(Hasil BID itu) menu yang banyak dipilih adalah Perencanaan Bisnis untuk Merintis Usaha BUMDes, Posyandu Lansia, Desamart, dan Sarana Olahraga Desa,” kata Fadli diamini Marzuki.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.