23 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cerita Penjual Obat Tradisional Aceh di Lamsayuen

...

  • Jamaluddin
  • 08 July 2018 22:00 WIB

Kedai penjual obat tradisional di Jalan Sukarno-Hatta, Lamsayuen, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu, 8 Juli 2018. @PORALSATU.COM/JAMALUDDIN
Kedai penjual obat tradisional di Jalan Sukarno-Hatta, Lamsayuen, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu, 8 Juli 2018. @PORALSATU.COM/JAMALUDDIN

BANDA ACEH -  Seorang pedagang obat tradisional dan ahli pijat refleksi Basri Taleb mengatakan, mengkonsumsi rempah-rempah obat tradisional adalah sebagai pilihan terbaik bagi kesehatan tubuh.

“Obat dari jenis tubuh-tumbuhan adalah pilihan terbaik dalam hal memilih obat-obatan. Itu dikatakan dalam Kitab Tajul Muluk dan mujarobat,” katanya saat dijumpai di seputaran jalan Sukarno-Hatta, Lamsayeuen, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Minggu, 8 Juli 2018.

Basri dalam kesehariannya sebagai penjual obat-obatan rempah, dan ahli pijat refleksi terapi berbagai penyakit mengatakan, menggunakan obat-obatan tradisional punya manfaat besar, yaitu tanpa terkandung bahan kimia.

“Obat-obatan kimia asalnya sama juga dari tumbuhan, namun proses pembuatannya bersifat kimiawi,” katanya.

Beberapa ratus meter di sebelah timur Kantor Wali Nanggroe Aceh, Basri di kios yang berada di tepi jalan raya itu selain menjual obat-obatan juga menjual madu manis dan pahit, dan seperti yang terlihat, botol-botol itu tertata. Dan katanya, madu itu harga terendahnya sekitar tujuh puluh ribu.

“Madu itu kami pesan dari Kota Binjai,” katanya.

Basri, pria kelahiran 1973 itu mengatakan, obat-obatan yang dijualnya adalah dalam versi siap pakai, atau dengan kata lain, ia tidak menjual rempah secara terpisah.

“Kami menjual obat itu tergantung jenis penyakit, dan misalnya rempah kunyit, kami tidak menjualnya secara terpisah kecuali setelah meramu dengan rempah lainnya sesuai dengan keperluan pasien untuk pengobatan tertentu,” kata Basri.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.