29 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Cerita Perempuan Broker Harley Davidson, Raup hingga Rp10 Juta/Motor

...

  • PORTALSATU
  • 12 August 2017 14:00 WIB

Broker Harley Davidson. @Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum
Broker Harley Davidson. @Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Dewi Haerany memperoleh penghasilan Rp5 juta hingga Rp10 juta dalam menjual satu motor Harley Davidson. Perempuan 49 tahun asal Sukabumi ini pun bikin heboh warganet lantaran aktivitasnya menjadi broker motor Harley.

Perempuan akrab disapa Teteh ini mengaku tidak mematok besaran untuk komisinya hasil penjualan motor besar tersebut. "Teteh tidak pernah patokin, kalau misal harganya Rp300 juta komisi segini, yang Rp500 juta segini. Ya itu bagaimana dia mau ngasih. Tapi ya rata-rata Rp5 juta sampai Rp10 juta," ujar Teteh dikutip dari merdeka.com, 12 Agustus 2017.

Teteh menceritakan, ketertarikannya terhadap usaha muncul sejak ia masih kecil. Mulanya, ia sering membantu ibunya berjualan. Teteh kemudian sering membantu rekan kantornya yang ingin menjual mobil. Ia pernah menjadi tenaga pemasar atau sales mobil di salah satu dealer merek terkenal.

Ia merasa lebih nyaman membantu menjual barang orang lain dibanding duduk manis bekerja di kantor. "Makanya paling sebulan tidak betah keluar," kata Teteh.

Itu sebabnya, Teteh sangat menikmati menjadi broker Harley. Bukan hanya soal penghasilan, sistem kerjanya pun cuma mengandalkan telepon seluler dan media sosial sehingga ia bisa memiliki banyak waktu untuk dihabiskan di rumah bersama anak-anak.

Ibu tiga anak ini mengaku, pernah mendapat komisi Rp30 juta. Dari hasil bisnisnya itu, Teteh berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Ia juga bisa mengenal banyak orang khususnya para konglomerat dari berbagai profesi. Namun, Teteh jarang bertemu langsung dengan pelanggannya itu. Ia cukup komunikasi melalui telepon atau pesan singkat.

"Banyak hikmah dari bisnis ini. Misalnya kemarin Teteh habis sakit pada dibantuin semua sama komunitas moge yang isinya dokter semua," ujar Teteh.

Teteh menyebutkan, saat ini penjualan sedang sepi lantaran kondisi ekonomi Indonesia yang lesu. Saat ini setiap bulan minimal ia hanya dapat menjual dua motor Harley. Padahal, tahun 2010-an, penjualan bisa mencapai 10 motor sampai 15 motor Harley per bulan.

"Apalagi pas dealer Harley tutup itu pengaruhin banget (penjualan). Ya setiap bulan minimal menjual dua Harley aja Alhamdulillah," kata Teteh yang kini dipercaya mengurus penjualan Harley bekas di dealer Baikers Garas di Jakarta Selatan, milik temannya pecinta motor besar.

Ia berpesan kepada para anak muda agar sukses dalam menjalankan usaha mesti didasari kejujuran dan bertanggung jawab. "Selama menjadi broker ya cuma kepercayaan, kejujuran dan bertanggung jawab sama apa adanya saja. Tapi jangan lupa berbagi juga sama orang lain," kata Teteh.[]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.