25 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Curhatan Pekerja Seni soal Pajak

...

  • LIPUTAN6
  • 14 September 2017 12:20 WIB

Penulis buku Dewi Lestari atau biasa disapa Dee. @kapanlagi
Penulis buku Dewi Lestari atau biasa disapa Dee. @kapanlagi

JAKARTA - Sejumlah pekerja seni berkumpul di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Rabu malam, 13 September 2017. Mereka mendengarkan penjelasan pemerintah terkait pengenaan pajak terhadap pekerja seni.

Sejumlah seniman memiliki masalah terkait pajak. Salah satunya penulis buku Dewi Lestari atau biasa disapa Dee.

Dee mengapresiasi kinerja pemerintah karena telah menerapkan Norma Perhitungan Penghasilan Neto (NPPN) sebesar 50 persen pada penulis buku. Lantaran itu membuat pajak yang ditanggung penulis lebih ringan.

"Kalau menurut saya, pajak untuk penulis kalau dibandingkan sebelumnya, setidaknya dalam tahun 2017 sudah ada perbaikan. Tadinya pendapatan bruto penulis dikenai pajak 100 persen. Sekarang setelah ada aturan penggunaan NPPN akhirnya jadi 50 persen," ujar dia.

Namun, dia menuturkan, pengenaan NPPN ini perlu dikaji ulang. Lantaran pola produksi serta pendapatan penulis berbeda dengan profesi seni lain.

"Tapi sebenarnya pola pendapatan, pola produksi penulis jauh berbeda. Kami menulis produksinya panjang, pendapatan kami sangat jarang setahun dua kali. Kalau menulis hari ini, saya baru bisa merasakan hasilnya 18 bulan kemudian. Lalu bagaimana nafkah maupun penghidupan dari bulan ke bulan. Itu yang bisa diperbaiki," jelas dia.

Dewi Lestari menuturkan, itu bukan semata-mata terkait modal yang telah dikeluarkan penulis. Melainkan, untuk merawat profesi penulis itu sendiri.

"Jadi menurut saya bukan semata-mata modal dikeluarkan tapi pemeliharaan profesinya, karena untuk menulis berikutnya saya perlu hidup dong bagaimana menulis berikutnya kalau saya masih bingung menafkahi dari buku berikutnya ke berikutnya lagi," ungkap dia.[]Sumber:liputan6

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.