19 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dewan UKM dan Plut-KUMKM Aceh Besar Tinjau Petani Produksi Garam

...

  • portalsatu.com
  • 14 April 2018 10:00 WIB

Dewan UKM dan PLUT-KUMKM Aceh Besar tinjau petani garam di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis (12/4/2018) sore. @Istimewa
Dewan UKM dan PLUT-KUMKM Aceh Besar tinjau petani garam di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Kamis (12/4/2018) sore. @Istimewa

JANTHO - Dewan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh Besar bersama Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Aceh Besar tinjau petani garam di Gampong Baet, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar pada Kamis (12/4/2018) sore.

Tinjauan tersebut diinisiasikan Dewan UKM Aceh Besar sebagai wujud kepedulian lembaganya terhadap kondisi usaha masyarakat yang masih memperihatinkan dan layak mendapat perhatian dari pemerintah.

Petani garam Gampong Baet yang diwakili Usman pada saat tinjauan tersebut berharap Pemerintah, Dewan UKM Aceh Besar dan lembaga lainnya dapat membantu mereka.

“Kami berharap Pemerintah, Dewan UKM Aceh Besar dan lembaga lainnya dapat membantu usaha kami. Banyak kendala yang kami hadapi, seperti isu yang berkembang saat ini, harga garam yang rendah, teknologi produksi garam, legalitas izin usaha dan izin pemasaran produk dari BPOM dan MUI dan pemasaran garam. Dengan hadirnya bapak-bapak dan ibu-ibu disini dapat melihat langsung bagaimana kondisi kami petani garam disini. Kami berharap dapat dibantu mengatasi kendala yang kami alami dalam pengelolaan usaha kami ini,” katanya.

Ketua Dewan UKM Aceh Besar, Fahrizal, mengatakan, Dewan UKM Aceh Besar difasilitasi pemerintah untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi usaha petani garam.

“Dewan UKM Aceh Besar berupaya membantu usaha kecil dan menengah masyarakat yang memiliki potensi yang sangat bagus untuk diberdayakan. Pada kesempatan ini kita sudah berkomunikasi dan menfasiltasi langsung kunjungan Plut-KUMKM Aceh Besar untuk melihat secara jelas bagaimana kondisi dilapangan,” ungkap Fahrizal.

Menurut Fahrizal, isu yang selama ini berkembang dalam masyarakat tidaklah semua benar yang mengatakan garam kita tidak layak dikonsumsi, isu tersebut sangat meresahkan petani garam.

"Menurut pandangan kami itu merupakan isu yang bertolak belakang jika kita melihat secara langsung proses produksi dilapangan. Kita Dewan UKM Aceh Besar bersama Plut-KUMKM Aceh Besar serta stakeholder terkait lainnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membenahi ini semua sekaligus mempromosikan produk garam ini serta produk-produk lokal lainnya di Aceh Besar sehingga petani garam dan pelaku usaha masyarakat lainnya mampu berdaya dengan baik sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Plut-KUMKM Aceh Besar, Zahri, SH pada peninjauan tersebut berlangsung. Ia mengatakan pihaknya akan berusaha menfasilitasi petani garam.

“Kita bersama Dewan UKM Aceh Besar telah meninjau secara langsung kelapangan. Kami melihat proses produksi garam dilapangan berjalan dengan baik, jauh dengan isu yang berkembang dikalangan masyarakat sekarang," kata Zahri.

Kata Zahri, pihak Plut-KUMKM Aceh Besar yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah berusaha membenah hal seperti konsultasi, pendampingan, promosi, pemasaran, akses pembiayaan, pelatihan, dan juga kita akan berfokus pada administrasi perizinan usaha dan produk seperti izin usaha, legalitas BPOM dan MUI. Itu merupakan kendala klasik yang dialami petani.

"Saya berharap dengan kerjasama semua stakeholder mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kita berharap dengan kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholder mampu menggerakan perekonomian kecil dan menegah masyarakat sehingga para pelaku usaha memiliki semangat yang tinggi dalam mengembangkan usahanya sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimasa yang akan datang,” kata Zahri.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.