23 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dibangun Dengan APBN Rp6,6 M, 'Pasar Rakyat Pusong' Lhokseumawe Terbengkalai

...

  • Fazil
  • 21 January 2020 11:20 WIB

Bangunan pasar rakyat di Pusong, Jalan Pase, Lhokseumawe, terbengkalai. Foto diambil 20 Januari 2020/Fazil/portalsatu.com
Bangunan pasar rakyat di Pusong, Jalan Pase, Lhokseumawe, terbengkalai. Foto diambil 20 Januari 2020/Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Bangunan ‘pasar rakyat’ di Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, bersumber dari APBN tahun 2016 senilai Rp6,6 miliar lebih, sampai saat ini masih terbengkalai lantaran belum difungsikan.

Pantauan portalsatu.com, Senin, 20 Januari 2020, bangunan pasar rakyat dua lantai itu diapit bangunan pasar buah di kanan dan kirinya. Kompleks Pasar Buah Kota Lhokseumawe tersebut berbatasan dengan terminal angkutan umum, di Jalan Pase, Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti.

Selain bangunan pasar rakyat yang tampak mangkrak, sebagian besar kios pada dua bangunan Pasar Buah Kota Lhokseumawe itu pun terlihat tidak difungsikan.

“Bangunan dua lantai (pasar rakyat) itu sudah cukup lama dibangun, kalau tidak salah sudah lebih empat tahun. Pasar buah dan bangunan (yang terbengkalai) itu masuk Gampong Pusong, sedangkan terminal angkutan umum (yang berada di sisinya) masuk Gampong Keude Aceh,” ujar salah seorang pemilik rumah toko di seberang jalan depan bangunan pasar rakyat yang terlantar itu.

Hasil penelusuran portalsatu.com pada laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Lhokseumawe, terdapat paket “Konstruksi Fisik Pasar Rakyat Pasar Pusong Kota Lhokseumawe” bersumber dari APBN tahun 2016. Pagu paket di bawah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Lhokseumawe itu senilai Rp6.654.690.000 dan harga penawaran Rp6.631.600.000 (Rp6,6 miliar lebih).

Ada pula paket “Rehabilitasi Pasar Tradisional Buah Kota Lhokseumawe” sumber dana APBD 2014 di bawah Disperindagkop Lhokseumawe dengan nilai pagu Rp3.763.250.000 dan harga terkoreksi Rp3.585.660.000 (Rp3,5 miliar lebih).

 

(Pasar rakyat di Pusong, Jalan Pase, Lhokseumawe, terbengkalai. Foto: portalsatu.com

Kepala Disperindagkop-UKM Lhokseumawe, Ramli, mengakui bangunan pasar rakyat di kompleks pasar buah di Jalan Pase, itu dibangun dengan APBN 2016. Namun, dia tidak ingat nilai kontrak paket tersebut.

Menurut Ramli, bangunan 'Pasar Rakyat Pusong' tersebut belum difungsikan lantaran harus disempurnakan terlebih dahulu. “Kita tahun lalu (2019) telah mengajukan anggaran ke provinsi untuk penyempurnaan itu sesuai dengan perubahan perencanaan supaya selesai. Namun, sampai sekarang kita belum mendapatkan kabar apakah diakomodir atau tidak, itu kita belum tahu," kata Ramli, 20 Januari 2020.

Ramli mengatakan, “Jika memang di tingkat provinsi tidak diakomodir, mungkin kita akan melakukan langkah selanjutnya, apakah nanti arahan dari pemerintah, kita bekerja sama dengan pihak ketiga sehingga mereka yang kelola, bagaimana bentuknya nanti. Intinya, saya berusaha bagaimana pasar itu bisa difungsikan. Konstruksinya itu sudah selesai, tapi untuk finishing-nya kan belum".

Soal pasar buah di lokasi itu, Ramli menyebutkan, “Saya sudah menyampaikan kepada semua staf, prinsipnya bagaimana itu supaya hidup dulu pasar buah tersebut, karena retribusi untuk daerah juga. Tapi pada tahun 2019 sebanyak 128 kios di pasar itu semuanya sudah menyetor retribusinya”.

"Satu sisi kewajiban dari kami untuk mengelola dengan baik. Retribusi sudah masuk untuk tahun 2019, jumlah totalnya saya kurang ingat berapa semuanya,” ucap Ramli.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.