11 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Dua Camat di Gayo Lues Minta Pemda Stabilkan Harga Komoditas Unggulan, Ini Kata Bupati

...

  • Win Porang
  • 04 May 2020 22:10 WIB

Bupati Gayo Lues Muhammad Amru berdialog dengan masyarakat di Aula Kecamatan Rikit Gaib bersama Muspika Rikit dan Pantan Cuaca. Foto: Win Porang
Bupati Gayo Lues Muhammad Amru berdialog dengan masyarakat di Aula Kecamatan Rikit Gaib bersama Muspika Rikit dan Pantan Cuaca. Foto: Win Porang

BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues diminta segera mencari solusi agar harga kopi Gayo dan minyak serai wangi bisa tetap stabil di tengah darurat Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Pasalnya, harga gabah kopi di Kecamatan Pantan Cuaca yang sebelumnya mencapai Rp25 ribu hingga Rp 28 ribu per bambu kini turun menjadi Rp18 ribu.

Begitu juga harga minyak serai wangi dan getah pinus. Kedua komoditas unggulan masyarakat Rikit Gaib itu juga terjun bebas di tengah darurat Covid-19 yang membuat perekonomian warga menjadi lesu.

Permintaan masyarakat itu disampaikan melalui Salid S.Pd., Camat Pantan Cuaca, dan Supratman, S.E., Camat Rikit Gaib, saat kunjungan Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, di Kecamatan Rikit Gaib dalam rangka menyerap masukan dari masyarakat, Senin, 4 Mei 2020.

"Saat musim panen raya, kopi Gayo di Kecamatan Pantan Cuaca harganya mengalami penurunan drastis. Warga yang menjual gabah kopi juga tidak membawa pulang hasil penjualannya, melainkan hanya membawa bon pulang ke rumah," kata Salid di hadapan unsur Muspika Pantan Cuaca dan Rikit Gaib.

Masyarakat Kecamatan Rikit Gaib, sambung Supratman, masyarakat sangat berharap agar Pemda Gayo Lues mencari solusi supaya harga minyak serai wangi dan getah pinus bisa kembali stabil. Kedua komoditas itu merupakan penopang perekonomian masyarakat.

Menanggapi hal itu, Bupati Gayo Lues, Muhammad Amru, mengatakan Pemda sedang menggagas bantuan langsung bersyarat (BLB) khusus bagi petani. Petani yang menyiapkan lahan akan dibantu oleh Pemda, seperti bibit dan keperluan lainnya.

"Kemudian hasil produksi pertanian yang tidak laku di pasaran dan mengalami penurunan harga akan ditampung oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang ada pada setiap desa. Selanjutnya barang yang dikumpulkan BUMK ini akan dibeli lagi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," kata Amru.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.