26 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Etika Berbisnis

...

  • portalsatu.com
  • 30 December 2017 09:00 WIB

SALAH seorang calon doktor bimbingan saya, Mas Makmun, berhasil mempertahankan disertasinya yang mencoba untuk menganalisa masalah bisnis (muamalah) dalam kaitannya dengan hukum pidana.

Contoh gampangnya, misalnya, tentang monopoli atau penimbunan barang. Apakah ia hanya peristiwa etika bisnis yang dinyatakan sebagai terlarang dalam makna tak baik ataukah bisa sebagai terlarang dalam makna sebagai peristiwa hukum kriminal?

Status pendek ini hanya ingin menyatakan bahwa sesungguhnya dalam Islam tak ada pemisahan mutlak antara etika dan hukum. Etika, hukum dan estetika merupakan hal yang berjalin kelindan selalu. Tak bisa dikatakan "Ini hanya pelanggaran etika saja" sebagaimana kita sering dengar saat beberapa orang lolos atau lebih tepatnya diloloskan dari jeratan hukum.

Etika bisnis sangatlah penting. Sebagaimana monopoli barang itu adalah tak etis, monopoli kesan juga tidak boleh. Orang lain yang dipaksa kerja namun klaim kerja dimonopoli satu orang saja. Bisa mengarah pada kriminal juga saat monopoli kesan seperti ini mengganggu kemerdekaan seseorang melakukan kewajiban kerjanya sendiri de gan baik dan profesional.

Ingin kerja kita barokah? Ikuti ketentuan hukum dan standar etika kerja yang ada. Jangan tamak dengan semangat "semua karena saya, untuk saya dan demi saya." Bekerjasamalah dengan baik atau bekerjalah sendiri dengan tekun. Jangan membuat hati mitra kerja gelisah dan tak kerasan bekerja. Dunia berputar, jangan-jangan, saatnya nanti yang tak kerasan adalah yang suka membuat orang tak kerasan. Salam, AIM (KH Ahmad Imam Mawardi).[]Sumber:inilah

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.