16 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Gas Blok A Dialirkan ke PLN

...

  • Rino
  • 04 September 2018 17:00 WIB

ilustrasi pipa gas. @Reuters
ilustrasi pipa gas. @Reuters

BANDA ACEH - Gas bumi dari Blok A di Aceh Timur yang dikelola PT Medco E & P, mulai dialirkan melalui Pipa Gas Arun, Lhokseumawe – Belawan, Sumatera Utara, ke pembangkit listrik milik PT PLN di Belawan.

"Selasa (28 Agustus 2018) malam, jam 23.30 WIB, itu gasnya kita alirkan ke Pipa Belawan. Gas yang dialirkan, 58 mmscfd (million standard cubic feet per day/juta standar kaki kubik per hari gas)," kata Kepala Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi di Aceh (BPMA), Azhari Idris, menjawab portalsatu.com, Senin, 3 September 2018.

Azhari menyebutkan, harga gas yang dijual PT Medco ke PT PLN adalah 9,4 dolar per mmbtu (million british thermal unit).

Menurut Azhari, kebutuhan gas untuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Aceh Utara yang seharusnya disuplai dari PT Medco, kini diambil alih oleh PT Perta Arun Gas (PAG) di Lhokseumawe.

"Awalnya gas PT Medco E & P diperuntukkan untuk PT Pupuk Iskandar Muda di Aceh Utara. Namun, karena PT PIM itu ada di Krueng Geukueh (Aceh Utara), sementara PT Medco E & P itu ada di Aceh Timur, dan pipa itu dialirkan gasnya dari PT PAG, dari Lhokseumawe ke Medan, Sumatera Utara. Karena PT Medco di tengah-tengah, jadi mengikuti gas itu aja ke Medan, tidak mungkin dia melawan arus ke Lhokseumawe. Akhirnya, gas yang seharusnya untuk PT PIM, digantikan oleh PAG," ujarnya.

Blok B

Sementara itu, BPMA dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) masih dalam tahap pembahasan dengan pemerintah pusat terkait perpanjangan kontrak pengelolaan Blok B.

"Blok B masih dalam pembahasan beberapa hal terkait dengan rencana perpanjangan dan sudah kita diskusikan dengan pemerintah pusat," kata Azhari.

Azhari menyebutkan, keberadaan Blok A dan Blok B di Aceh akan memberi manfaat bagi kepentingan ekonomi daerah.

"Secara ekonomi, Aceh mendapat bagi hasil dari pemerintah, lebih bagus dari sekarang. Dari sisi kepentingan daerah akan lebih bagus dari sekarang," ujar Azhari.

Azhari menambahkan, satu lagi yang tak kalah penting adalah kehadiran Zaratex NV, perusahaan migas yang melakukan eksplorasi di lepas pantai Lhokseumawe. "Itu (Zaratex), kita sedang minta persetujuan Menteri (ESDM) untuk perkembangan lapangan gas," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.