15 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Geuchik Peracik Parfum Nilam Mendapat Pendampingan dan Asistensi BBPOM Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 01 January 2020 02:00 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

SIMPANG KEURAMAT - Tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh mengunjungi sarana produksi kosmetik berupa peracikan parfum kandungan minyak nilam milik Mahyeddin Abubakar, Geuchik Kilometer VIII, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara, 27 Desember 2019. 

Untuk diketahui, Mahyeddin Abubakar telah mencetuskan peracikan parfum “That Mangat Bee” di gampongnya dua bulan lalu.

Ketua Tim BBPOM Banda Aceh, Muhibuddin, S.TP., mengatakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menempati posisi strategis untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional sehingga perlu didukung, didampingi, dan difasilitasi agar mampu meningkatkan daya saing.

“Pendampingan dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik pada pelaku UMKM untuk percepatan perizinan dengan tetap memerhatikan aspek keamanan, mutu dan khasiat produk untuk tetap perlu memenuhi standar layak konsumsi supaya terjamin keamanan mutu,” ujar Muhibuddin.

Menurut Muhibuddin, Badan POM berkomitmen memberikan pelayanan pengawalan kepada UMKM untuk peningkatan kualitas produk yang berdaya saing, sehingga dengan demikian produk-produk yang dihasilkan dari usaha kecil masyarakat tersebut seperti pangan dan kosmetik dapat mendukung pariwisata sekaligus menjadi komoditas ekspor dari Aceh.

Dalam asistensi dan pendampingan terhadap sarana produksi parfum itu, petugas BBPOM Banda Aceh mengarahkan Mahyeddin Abubakar untuk mempersiapkan denah layout produksi terlebih dahulu untuk dapat di-acc (disetujui) sesuai ketentuan SOP BPOM menyangkut cara produksi kosmetik yang baik.

Mahyeddin Abubakar selaku penanggung jawab sarana produksi parfum That Mangat Bee menyambut baik asistensi yang diberikan BBPOM Banda Aceh terhadap usahanya itu. Dia sangat antusias untuk sesegera mungkin mempersiapkan denah layout dan persyaratan lainnya agar produknya itu dapat didaftarkan (izin edar) di Badan POM RI.

Nyak Din, sapaan akrab geuchik salah satu gampong penghasil minyak nilam terbaik kedua dunia itu berharap langkah cepat yang diambil BBPOM Banda Aceh untuk mendampingi pelaku UMKM tersebut dapat ditiru pihak-pihak lain, terutama dinas terkait supaya lebih serius terhadap pendampingan. Sehingga nantinya masyarakat tidak menemui jalan buntu dalam mengekspresikan kekreatifannya, baik dari segi fasilitas pendukung produksi maupun di bidang ketentuan hukum supaya tidak membuat warga enggan untuk mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya.

Di sisi lain Nyak Din juga mengajak para pihak terutama geuchik untuk lebih jeli dalam melihat potensi di sekitar agar dapat diolah menjadi sebuah produk bernilai yang bisa membangun pundi-pundi ekonomi masyarakat.

“Saya yakin kita mampu, apalagi kita yang sudah beberapa kali melakukan Orientasi Lapangan (OL) ke beberapa desa yang sudah mandiri di Pulau Jawa. Tentunya OL kita tersebut dapat memberi manfaat dan diharapkan kita dapat belajar mencontohi bagaimana mereka memanfaatkan potensi desa untuk pengembangan ekonomi masyarakat,” tutur geuchik yang telah komit untuk memasarkan dan menetapkan harga minyak nilam hasil potensi gampongnya ke salah satu buyer asal Prancis melalui ARC Unsyiah di 2020.[](rilis)

Lihat pulaNilam Aceh Utara Terbaik Kedua di Dunia, Geuchik Ini Bikin Parfum Mangat Bee

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.