26 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Harga TBS Terus Naik, Ini Harapan Petani Sawit

...

  • SUDIRMAN
  • 03 February 2019 19:30 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

SUBULUSSALAM - Harga tanda buah segar (TBS) ke­lapa sawit mulai ber­angsur naik ber­kisar antara Rp950-Rp980 per kilogram,  di ting­kat pe­tani dalam wilayah Kota Subu­lus­salam, sejak  dua ter­akhir. Kenaikan ini memberi angin segar bagi ribuan petani sawit di daerah itu setelah sepanjang tahun lalu harga TBS tak kunjung membaik.

“Alhamdulillah sekarang sudah naik sedikit dibanding­kan sebelum­nya. Sekarang Rp980 per kilogram di tingkat pe­tani dari sebelumnya Rp830 per kilogram” kata petani sawit, Mawardi kepada portalsatu.com, Minggu, 3 Februari 2019.

Menurutnya sebelumnya, harga TBS  hanya berkisar antar Rp800-Rp830/kg, dan bahkan mencapai titik terendah Rp700 per kilogram di tingkat pe­tani hampir sepanjang tahun 2018.  Hal ini meng­akibatkan petani menderita lan­taran hasil panen tidak sesuai de­ngan biaya pengeluaran untuk pera­watan kebun.

"Faktor harga murah, banyak kebun sawit milik petani tak lagi terawat dengan baik, sehingga berdampak pada menurunnya produksi buah," katanya. 

“Sebenarnya harga Rp980 per kilogram itu masih sangat murah, dengan kondisi harga kebutuhan pokok yang masih serba mahal, tapi mau bagai­mana lagi itulah kondisi hari ini. Ka­lau tidak dijual nanti buah sawit busuk di batang,” ungkap Mawardi.

Abi Fariz menambahkan, idealnya harga di tingkat petani  Rp1.500 per kilogram, itu baru sesuai dengan kondisi harga barang sekarang ini masih tergolong mahal bagi kalangan petani.

Ia bersama sejumlah petani lainnya tetap bersyukur karena TBS sudah berangsur naik dalam be­berapa hari terakhir. Petani di Bumi Sada Kata ini berharap TBS terus mengalami kenaikan menembus angka Rp 1.700 per kilogram.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.