24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Jumlah Produksi PHE di Dua Blok Migas Aceh

...

  • PORTALSATU
  • 08 January 2019 17:20 WIB

Ilustrasi. Foto: PHE
Ilustrasi. Foto: PHE

BANDA ACEH - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) saat ini mengelola Blok Migas di daratan dan lepas pantai Aceh Utara. Yakni, Blok North Sumatera B (NSB) dan Blok North Sumatera Offshore (NSO).  

APO Field HR & General Affairs PHE NSB & PHE NSO, Armia Ramli, dikonfirmasi Selasa, 8 Januari 2019, mengatakan, produksi gas PHE NSO 91 MMSCFD, dan kondensat 84 barel perhari. Sedangkan produksi gas PHE NSB 65 MMSCFD, dan kondensat 1790 barel perhari.

Blok NSO yang berada di atas 12 mil lepas pantai di bawah kewenangan pemerintah pusat atau Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Blok NSB yang berada di darat di bawah kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA). Hal itu sesuai PP Migas Aceh.

Mulanya, Blok NSO di Selat Malaka itu dikelola ExxonMobil dengan luas wilayah kerja 3.633 Km persegi, berproduksi sejak 1996, yang puncak produksinya mencapai 400 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Blok migas di lepas pantai tersebut kemudian diakuisisi PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT PHE, sejak Oktober 2015.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kemudian memperpanjang kontrak Blok NSO untuk PT PHE hingga tahun 2038. Kontrak pengelolaan untuk 20 tahun itu menggunakan skema gross split atau bagi hasil dengan meniadakan pengembalian biaya operasi (cost recovery) yang berlaku sejak 16 Oktober 2018.

“Pengelolaan Blok NSO yang merupakan lapangan tua, tentu penuh tantangan. Namun berbekal pengalaman yang telah teruji, PHE optimis untuk terus memaksimalkan kinerja blok. Hal ini bisa kita lihat dari angka capaian produksi sejak 2016, nilainya tetap dapat kita jaga,” ujar Direktur Eksplorasi PHE, Abdul Mutalib Masdar, dalam siaran pers diterima portalsatu.com, 19 Oktober 2018.

PHE NSO berkomitmen meningkatkan jumlah produksi melalui upaya peningkatan reserve to production (R/P) dengan cara merencanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi. (Baca: Kementerian ESDM Perpanjang Kontrak Bllok NSO di Aceh Untuk PHE Hingga 2038)

Sementara itu, Blok NSB yang sebelumnya dikelola ExxonMobil, juga diakuisisi PT PHE sejak Oktober 2015. Menteri ESDM, Ignasius Jonan, kemudian menyetujui perpanjangan kontrak sementara pengelolaan Blok NSB untuk PT PHE.  

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPMA, Azhari Idris, dikonfirmasi portalsatu.com, 5 Oktober 2018, mengatakan, kontrak Blok NSB untuk PT PHE berakhir pada 3 Oktober 2018. Itulah sebabnya, Menteri ESDM menyetujui perpanjangan kontrak sementara sesuai usulan BPMA. "(Perpanjangan sementara) kontrak itu berlaku sejak 4 Oktober 2018 dan selama enam bulan (sampai April 2019, red)," ujar Azhari, saat itu.

Azhari menyebutkan, dalam masa enam bulan ini dibahas proses perpanjangan kontrak jangka panjang untuk 20 tahun ke depan, termasuk soal hak kelola atau participating interest (PI) bagi Pemerintah Aceh melalui Badan Usaha Milik Aceh (BUMA)

“Kita (BPMA), Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membahas mekanisme selanjutnya bagaimana pengelolaan Blok NSB tersebut dari aspek produksi dan sebagainya, termasuk participating interest. Sebelum enam bulan itu berakhir, mudah-mudahan sudah ada keputusan untuk perpanjangan kontrak jangka panjang,” kata Azhari. (Baca:Kontrak Blok NSB Diperpanjang 6 Bulan, Ini Kata Plt. Kepala BPMA)[](Murtala)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.