21 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata BPMA Soal Perkembangan Status Blok NSB

...

  • PORTALSATU
  • 03 October 2019 11:30 WIB

Azhari Idris. Foto: dok. portalsatu.com/Fazil
Azhari Idris. Foto: dok. portalsatu.com/Fazil

BANDA ACEH – Kontrak sementara untuk PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terkait pengelolaan Blok North Sumatra B (NSB) di Aceh Utara berakhir hari ini, 3 Oktober 2019. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan hak kelola sementara kepada PHE selama 45 hari kerja mulai 4 Oktober 2019 sampai Kontrak Kerja Sama Blok NSB atau Wilayah Kerja (WK) B itu berlaku efektif.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Azhari Idris, menjawab portalsatu.com, Kamis, 3 Oktober 2019, menjelaskan usulan terms and conditions (T&C)/syarat dan ketentuan) dari proposal PT PHE serta pembahasan aspek teknis dan keekonomian lapangan oleh BPMA dengan Pemerintah Aceh, saat ini sedang dalam pembahasan intensif oleh Kementerian ESDM. Terutama melihat besaran target produksi dan pendapatan negara yang dapat dihasilkan dari lapangan Blok NSB atau Blok B tersebut.

“Termasuk dalam hal ini menentukan besaran signature bonus yang harus diberikan oleh kontraktor kepada pemerintah, serta memastikan berapa besar nilai investasi yang harus dimasukkan oleh pihak perusahaan/operator dalam bentuk biaya Komitmen Kerja Pasti (KKP), agar semua potensi migas yang ada dalam area Blok B dapat semaksimal mungkin di-monetisasi-kan. Dengan demikian akan memberikan pendapatan negara yang besar yang pada akhirnya akan memberikan penghasilan bagi Aceh dalam bentuk dana bagi hasil yang lebih baik,” ujar Azhari.

Azhari melanjutkan, sementara dilakukan pembahasan tersebut dan sambil menunggu ketetapan akhir oleh Menteri ESDM, menteri memberikan hak kelola sementara kepada PHE selama 45 hari kerja terhitung dari 4 Oktober 2019 sampai Kontrak Kerja Sama WK B berlaku efektif (mana yang terjadi lebih dahulu).

“Dengan demikian tim dapat bekerja maksimal termasuk nanti mendiskusikan kembali dengan Pemerintah Aceh dalam pengambilan keputusan untuk menentukan pengelolaan WK B tersebut selama 20 tahun yang akan datang,” kata Azhari.

Diberitakan sebelumnya, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, sudah mengeluarkan persetujuan terhadap proposal PT Pertamina (Persero) tentang kontrak jangka panjang Blok NSB. BPMA telah menyampaikan persetujuan Gubernur Aceh itu kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala BPMA, Azhari Idris, menjawab portalsatu.com melalui WhatsApp, Rabu, 18 September 2019 lalu. (Baca: Proposal Pertamina Blok NSB, BPMA: Persetujuan Gubernur Aceh Sudah ke Menteri ESDM)

Seperti diketahui, mulanya Blok NSB yang dikelola PT PHE sejak Oktober 2015 setelah mengakuisisi hak kelola ExxonMobil, kontraknya berakhir pada 3 Oktober 2018. Menteri ESDM lalu menyetujui perpanjangan kontrak sementara sesuai usulan BPMA, yakni selama enam bulan, sejak 4 Oktober 2018 sampai 3 April 2019.

PHE kemudian mendapatkan kontrak sementara kedua yang berlaku 4 April hingga enam bulan ke depan, yakni 3 Oktober 2019. (Baca: Lagi, Menteri ESDM Setujui Pengelolaan Blok NSB Untuk PHE 6 Bulan)[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.