25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia

FEBI Gagas BUMK Syariah di Bener Meriah
Ini Kata Dekan FEBI UIN Ar-Raniry Soal Dana Desa

...

  • PORTALSATU
  • 02 November 2017 16:00 WIB

@Fahmi Yunus/FEBI UIN Ar-Raniry
@Fahmi Yunus/FEBI UIN Ar-Raniry

BANDA ACEH - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry menggagas pengelolaan dan aplikasi Badan Usaha Milik Desa/Kampung (BUMK) syariah di Kecamatan Bandar, Bener Meriah.

Para pakar dari kampus Darussalam itu juga melatih masyarakat agar nantinya mampu memanfaatkan dana desa atau sumber-sumber pendanaan lain yang berdaya guna bagi pemberdayaan ekonomi umat. “Pengelolaan dana desa sebaiknya tidak hanya difokuskan untuk fisik saja. Perlu juga dirancang agar tidak habis pakai atau menjadi dana bergulir dan berputar dalam kehidupan masyarakat,” ujar Dekan FEBI UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Nazaruddin AW., saat pembukaan pelatihan tersebut.

Pihak FEBI UIN Ar-Raniry melalui keterangan tertulis diterima portalsatu.com, 2 November 2017, menjelaskan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan otoritas dan sumber daya pendanaan yang sangat potensial bagi desa atau kampung untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Namun dalam praktik dan tata kelola dana desa masih kerap ditemui kelemahan, disebabkan minimnya pemahaman serta keahlian para pengelolanya”.

Itu sebabnya, FEBI UIN Ar-Raniry merespons dan membantu masyarakat dalam pengelolaan dana desa melalui program bakti sosial di Kecamatan Bandar, Bener Meriah, 30 Oktober sampai 3 November 2017. Tidak hanya membahas tentang pengelolaan dana desa, para pakar ekonomi syariah dan mahasiswa FEBI pun  menggagas pengelolaan dan aplikasi BUMK syariah di kecamatan tersebut. Termasuk pengelolaan lembaga keuangan yang menganut prinsip-prinsip islami.

“Selama ini, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan sumber permodalan yang bersumber dari toke (tauke) atau rentenir. Karena akses lembaga keuangan masih sangat terbatas dalam menjangkau warga yang membutuhkan dana”.

Pihak FEBI menyebutkan, beberapa desa kini memiliki BUMK. Namun berdasarkan hasil diskusi para pengurus lembaga-lembaga tersebut masih perlu diperkuat pemahamannya dalam manajemen lembaga, terutama dalam pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Di sisi lain, masih ada potensi kekayaan alam lainnya yang belum mampu dioptimalkan oleh masyarakat atau pengurus BUMK secara baik.

Oleh karena itu, Pakar Ekonomi Islam, Dr. M. Yasir Yusuf, M.A., mengajak masyarakat desa untuk bersama-sama membangun ekonomi umat dari level desa dalam  memanfaatkan potensi alam yang melimpah, seperti air.

“Wilayah ini memiliki potensi air bersih yang sangat potensial untuk dijadikan usaha. Bisa jadi BUMK menginisiasi pembentukan unit usaha air minum isi ulang atau dalam kemasan. Sehingga suatu saat nanti produk dari desa atau kecamatan mampu bersaing dengan produk-produk lain dari luar,” ungkapnya.

Sambutan antusias atas kegiatan pengabdian masyarakat ini disampaikan Sekretaris Camat (Sekcam) Bandar, Taslim, S.Ag., saat membuka acara. Ia mengemukakan pentingnya pengelolaan dana desa agar bisa mampu menjadikan lembaga desa yang suatu saat nanti tidak perlu lagi menerima bantuan dari luar. Bahkan, mampu menggaji pengurusnya dan membantu warga desa. Ia berharap agar para pengelola dana desa bisa bekerja secara amanah dan profesional

“Jika kita bekerja sesuai prosedur dana desa, maka kita tidak perlu takut dan kita akan selamat, pastinya,” pungkas Sekcam Bandar.[](rel

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.