20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Haizir Sulaiman Usai Dilantik Sebagai Dirut Bank Aceh Syariah

...

  • Fazil
  • 08 October 2018 16:20 WIB

Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman. @Fazil/portalsatu.com
Dirut Bank Aceh Syariah, Haizir Sulaiman. @Fazil/portalsatu.com

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, yang juga Pemegang Saham Pengendali (PSP) PT Bank Aceh Syariah, melantik Haizir Sulaiman, S.H., M.H., sebagai Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah periode 2018-2022, di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin, 8 Oktober 2018.

Usai dilantik, Haizir Sulaiman mengatakan, ada tiga program utama yang harus dilakukan saat ini. Yakni, menyangkut konsolidasi internal harus benar-benar diperkuat, penerapan teknologi informasi yang tidak boleh ditinggalkan, dan didorong dengan usaha-usaha yang menjadi produktif.

“Kita tahu bahwa Bank Aceh sekarang bukan hanya di Aceh yang diperhatikan, artinya sudah di tingkat nasional. Dengan konversi Bank Pembangunan Daerah Aceh (Bank Aceh) menjadi bank syariah bahwa memiliki dampak strategis industri perbankan syariah. Dan yang sebelumnya pangsa pasar tidak sampai lima persen, setelah konversi bank sekarang sudah melebihi lima persen,” kata Haizir Sulaiman kepada para wartawan.

Jadi, menurut Haizir, secara industri nasional baik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun pihak perbankan syariah sangat memerhatikan perkembangan Bank Aceh Syariah ke depan. “Harapan nasional atau pasar luar terhadap Bank Aceh sungguh luar biasa dan itu merupakan tantangan yang berat bagi kita, tentunya dengan dukungan semua pihak dapat memajukan bank ini ke depan yang lebih baik lagi,” ujar Haizir.

Konsolidasi internal, lanjut Haizir, itu akan dilakukan dalam waktu secepatnya, karena selama ini pihaknya ada yang kekosongan tenaga penggerak. Namun pihaknya juga akan melihat sesuai kebutuhan menyangkut posisi tertentu untuk dapat berjalan dengan baik tugas-tugas ke depan.

“Karena ini juga membutuhkan proses untuk bank itu sendiri, di samping Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) nanti juga diajukan ke OJK. Kemudian OJK baru melakukan uji kepatutan dan kelayakan terhadap calon tersebut, karena fit and proper test itu tidak sekadar hal biasa. Tetapi mereka lihat bagaimana rekam jejak perjalanan selama ini, misalkan ada kredit menunggak itu menjadi ganjalan dalam mengikuti proses seleksi tersebut, apalagi hal-hal lainnya,” ujar Haizir.

Oleh karena itu, lanjut Haizir, pihaknya juga berharap mudah-mudahan dapat melahirkan figur yang baik nantinya. “Karena Bank Aceh itu bukan hanya milik Aceh semata, tetapi sudah tingkat nasional. Kehadiran Bank Aceh Syariah ini, kita juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat Aceh khususnya seperti apa peran bank ini di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Haizir.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.