15 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Ismail Rasyid Usai Mundur dari KIA Ladong

...

  • PORTALSATU
  • 23 May 2020 23:00 WIB

CEO Trans Continent, t Rasyid. Foto: dok. ANTARA/M ifdhal
CEO Trans Continent, t Rasyid. Foto: dok. ANTARA/M ifdhal

BANDA ACEH - PT Trans Continent telah memutuskan mundur dari Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, lantaran tidak mendapatkan kepastian hukum dari Pemerintah Aceh melalui PT Pembangunan Aceh (PEMA). 

"Perjanjian sewa menyewa (lahan) ini yang sangat kami butuhkan, karena ini menyangkut kepastian hukum, tentang hak dan kewajiban masing-masing baik Trans Continent maupun PEMA," kata CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid, kepada portalsatu.com melalui pesan WhatsApp, Jumat, 22 Mei 2020.

Ismail Rasyid menjelaskan, tanpa perjanjian, pihaknya tidak mungkin melanjutkan pembangunan fisik untuk kantor dan fasilitas perusahaan di lahan tersebut seluas 10 hektare. "PEMA menawarkan 10 tahun free dan sisanya 20 tahun ke depan setelahnya sewa, kami ok saja. Namun, perjanjiannya bagaimana, apa saja yang menjadi hak-hak dan kewajiban kami, dan bagaimana dengan ke depan, kan harus pasti, apalagi ini menyangkut legal ke depan," ungkapnya.

"Permohonan kami dan respons PLN setelah rapat tersebut, namun kami tidak langsung pasang (fasilitas listrik) karena belum ada perjanjian lahan serta komitmen lainnya dari pemerintah. Jika ini kami langsung paksakan pasang maka kami akan menambah sesuatu yang belum pasti," kata Ismail Rasyid lagi.

Ismail Rasyid juga menyampaikan, pihaknya memutuskan masuk dan berinvestasi di Aceh karena ingin bersinergi dengan pemerintah dan pihak swasta lainnya untuk bersama-sama membangun Aceh. Pasalnya, belum ada bisnis apapun di KIA Ladong.

"Kami berani mulai dari nol besar, dengan cara berpikir meng-create bisnis sendiri dan berupaya untuk membawa bisnis dari luar ke Aceh. Dan tidak juga mengharapkan untuk bekerja dari kegiatan APBA pemerintah. Jadi, kehadiran kami juga tidak pernah bersinggungan dengan bisnis yang sudah exis di Aceh saat ini," ujar Ismail Rasyid.

Menurut Ismail Rasyid, pihaknya telah menunggu setahun lebih sejak 20 Desember 2018, atau sembilan bulan usai ground breaking di KIA Ladong untuk melakukan pengkajian. "Untuk menghimpun energi, mengkaji ulang semua yang sudah kami lakukan sebelumnya, karena dalam bisnis trust adalah yang paling utama. Percuma 1.000 lembar perjanjian yang kita pegang, tapi kalau komitmen sudah dilanggar atau cacat maka butuh waktu lama lagi untuk mengembalikan kepercayaan tersebut," pungkasnya.[](Khairul Anwar)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.