26 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kata Plt. Gubernur Aceh Soal Perkembangan KEK Arun

...

  • PORTALSATU
  • 03 April 2019 21:30 WIB

Foto: KEK
Foto: KEK

LHOKSEUMAWE – Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan sementara ini baru ada investor dari India yang akan berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

“Sudah kan, sudah ada (investor) dari India. Yang jelas (investasi di bidang pabrik pupuk) NPK. Beberapa waktu yang lalu saya sudah mendapat laporan. Kalau konkretnya nanti tanya Patna, karena itu kan wilayahnya Patna. Kalau angka-angka dan jenis-jenis (investasi) saya kurang hafal,” ujar Nova Iriansyah menjawab portalsatu.com usai peresmian Operasional Pusat Logistik Berikat (PLB) PT Perta Arun Gas, di Pelabuhan PAG, Blang Lancang, Lhokseumawe, 2 April 2019. Nova menyampaikan itu saat ditanya perkembangan terakhir KEK Arun, apakah sudah ada investor.

Patna dimaksud Nova adalah PT Patriot Nusantara Aceh, Badan Usaha Pembangunan dan Pengelola (BUPP) KEK Arun yang dibentuk oleh Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) bersama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) pada November 2017. PT PIM salah satu BUMN pengusul dibentuknya KEK Arun. PT Patna dan Administrator KEK Arun berkantor di Kompleks Kantor Pusat PT PAG, di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, sejak awal tahun 2018.

Selain dari India, ada investor lain? “Yang menyatakan minatnya sudah banyak. Cuma kan kita masih bernegosiasi tentang kontrak lahannya. Kontrak lahan kalau menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia kan per lima tahun. Tapi sudah ada jalan keluar melalui Patna dengan LMAN, nanti per lima tahun itu dapat diperpanjang. Sudah ada jalan keluar,” kata Nova.

LMAN ialah Lembaga Manajemen Aset Negara, Satuan Kerja yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu).

Nova menambahkan, “Saya berharap dengan selesainya masalah lahan, penyewaan lahan dalam hal ini, itu bisa lebih banyak lagi (calon investor) yang akan masuk ke KEK Arun Lhokseumawe”.

Diberitakan sebelumnya, KEK Arun Lhokseumawe memiliki luas 2.622,48 ha, terletak dalam Kawasan Kilang Arun Lhokseumawe seluas 1.840,8 ha, Kawasan Dewantara Aceh Utara seluas 582,08 ha, dan Kawasan Jamuan Aceh Utara 199,6 ha.

Berikut perjalanan KEK Arun Lhokseumawe berdasarkan data diperoleh portalsatu.com:

17 Februari 2017

Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe. (Baca: Presiden Teken PP KEK Arun Lhokseumawe, Ini Isinya)

13 September 2017

Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2017 tentang Dewan Kawasan KEK di Aceh. (Baca: Ini Susunan Dewan KEK Aceh Menurut Keppres 26/2017)

11 Oktober 2017

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menandatangani Pergub Aceh selaku Ketua Dewan KEK Arun Lhokseumawe Nomor 60 Tahun 2017 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Administrator KEK Arun Lhokseumawe. (Lihat Pergub Aceh Nomor 60 Tahun 2017)

10 November 2017

PDPA dan PT PIM mendirikan PT Patna sebagai BUPP KEK Arun Lhokseumawe. (Lihat Pendirian PT Patriot Nusantara Aceh)

12 Februari 2018

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan PT Patna menandatangani MoU atau perjanjian kerja sama kegiatan operasional Barang Milik Negara (BMN) berupa aktiva Kilang Arun. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf berharap, kesepakatan ini menjadi awal yang baik dalam mendukung percepatan realisasi pengembangan KEK Arun Lhokseumawe. (Baca: LMAN dan Patna Teken MoU, Ini Kata Gubernur Aceh Soal KEK Arun)

28 Februari 2018

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Thomas Trikasih Lembong, menandatangani Peraturan BKPM Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pendelegasian Kewenangan Penerbitan Pendaftaran Penanaman Modal dan Izin Usaha Penanaman Modal kepada Kepala Administrator KEK Arun Lhokseumawe. (Lihat Peraturan BKPM Nomor 4 Tahun 2018). Baca: Apa Kabar KEK Arun Lhokseumawe?[](idg)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.