21 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Terima Kunjungan Komisi III DPRK Aceh Utara
Ini Kata PT PIM Soal Komersialisasi IMIA dan Tenaga Kerja Pabrik NPK

...

  • PORTALSATU
  • 03 September 2020 21:50 WIB

Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara di Lahan Industri Iskandar Muda Industri Area (IMIA). Foto: istimewa
Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara di Lahan Industri Iskandar Muda Industri Area (IMIA). Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) menerima kunjungan kerja Komisi III DPRK Aceh Utara, Kamis, 3 September 2020, terkait proses komersialisasi lahan Iskandar Muda Industrial Area atau IMIA. 

Sebelas orang rombongan Komisi III DPRK Aceh Utara dipimpin Razali akrab disapa Abu (Ketua), Mulyadi (Wakil Ketua), Jufri Sulaiman (Sekretaris) dan para anggota Komisi bidang Keuangan dan Investasi itu diterima Manajemen PT PIM diwakili Direktur Operasi dan Produksi Jaka Kirwanto didampingi Sekretaris Perusahaan Yuanda Wattimena, GM Umum Saifuddin Noerdin, Manajer Humas Nasrun dan Staf Direksi Zulhadi.

Direktur Operasi dan Produksi PT PIM Jaka Kirwanto menjelaskan IMIA sedang dipersiapkan untuk mengundang para investor agar berinvestasi di area tersebut. "Saat ini komersialisasi telah berjalan dimulai dengan proses scrap atau pembongkaran dan pembersihan lahan pabrik IMIA yang dilakukan PT Kirana Saiyo Perkasa sebagai pemenang tender," ujarnya.

Menurut Jaka, beberapa investor telah bergabung di IMIA. "Saat ini ada dua investor yang masuk, yaitu PT Korina Refinery Aceh yang akan membangun pabrik oil refinery dan PT Sinergi Peroksida Indonesia yang akan mengoperasikan pabrik H2O2 di lahan IMIA," ungkap Jaka.

Terkait penyerapan tenaga kerja untuk pabrik NPK nantinya, Jaka menyebutkan tahap awal PIM membutuhkan tenaga operator yang tamatan SMA. "Saat ini proses rekrutmen telah berjalan untuk pabrik NPK. Jika komersialisasi berjalan lancar, insya Allah nantinya penyerapan tenaga kerja akan semakin banyak melalui investor-investor yang masuk," jelasnya.

Sementara itu, terkait isu kelangkaan pupuk subsidi yang sering terjadi, Jaka menegaskan PIM mengikuti penugasan dari pemerintah dengan menyalurkan sesuai alokasi telah ditetapkan. "Sebagai produsen pupuk, PIM selalu memastikan stok pupuk tersedia dan siap untuk disalurkan jika ada penambahan alokasi," ujar Jaka.

Manajer Humas Nasrun menambahkan program CSR yang dipertanyakan anggota Komisi III DPRK akan dioptimalkan khususnya untuk desa-desa di lingkungan perusahaan. "Dan umumnya Aceh Utara serta Provinsi Aceh sesuai kemampuan perusahaan," ujarnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.