21 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ini Kebijakan Pertamina Tentang Fenomena Premium Langka di Lhokseumawe

...

  • SIRAJUL MUNIR
  • 11 January 2018 15:01 WIB

LHOKSEUMAWE - Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) telah bertemu dengan pihak Pertamina Terminal BBM depo Lhokseumawe pada 4 Desember 2017 terkait fenomena kelangkaan premium di tingkat SPBU di Kota Lhokseumawe.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unimal, Razjis Fadli, kepada portalsatu.com, Rabu, 10 Januari 2017 menerangkan, pertemuan dilakukan pada 4 Desember 2017 dihadiri 3 perwakilan mahasiswa,  sedangkan dari pihak Pertamina dihadiri oleh Operation Head (OH) Pertamina Terminal BBM Depo Lhokseumawe Lhokseumawe, Suywarno didampingi stafnya.

"Persoalan yang kita sampaikan, antara lain premium langka, dugaan praktik penjualan premium secara ilegal kepada pihak pengecer yang membeli memakai jeriken dan dilakukan pada malam hari, hampir seluruh SPBU nyaris  tidak melayani penjualan premium, sebaliknya  fakta di lapangan premium mudah didapatkan di tingkat pengecer, kemudian kita pertanyakan kualitas pertalite yang banyak dinilai warga kurang baik, membuat kendaraan bermotor sering mogok," terang Razjis.

Selain itu, pihaknya juga mendapati dugaan praktik-praktik ilegal di sejumlah SPBU, seperti penjualan BBM premium pada malam hari kepada pengusaha.

"Kami menduga ada yang menjual ke pengusaha, karena sering kami lihat pada tengah malam mobil pick-up mengisi premium ke dalam jeriken, jumlahnya banyak. Hal itu juga sudah kami sampaikan dalam pertemuan tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, Razjis menerangkan, pihaknya telah menerima surat tanggapan resmi pihak pertamina pada Selasa, 9 Januari 2018, terkait persoalan kelangkaan minyak yang dipaparkan perwakilan mahasiswa pada pertemuan 4 Desember 2017.

Berikut isi surat tanggapan  Pertamina yang diterima redaksi dari Razjis, Kamis, 11 Januari 2018. 

Pertama, Pertamina akan mengutamakan pengisian BBM premium bagi pengguna kendaraan bermotor, kemudian SPBU yang mengutamakan pengisian ke jeriken menyebabkan stok habis akan ditindak sesuai aturan Pertamina.

"Bila terdapat SPBU yang mengutamakan pengisian premium dengan jeriken menyebabkan stok habis, silakan dilapor ke kontak Pertamina (021)1500000," isi surat itu.

Surat itu juga menerangkan, pertalite jenis BBM yang sudah melalui proses uji kualitas dan Pertamina akan terus berusaha menjaga kualitas BBM dan Bahan Bakar Khusus (BBK) sesuai prosedur Pertamina.

Isi surat juga menerangkan, Pertamina bertugas sebagai opereator, sedangkan terkait penyaluran setelah tingkat SPBU adalah kewenangan pemerintah.

"Kita mengapresiasi kebijakan itu dan berharap kebijakan itu segera direalisasikan, bila tidak kami akan kembali melakukan pertemuan," katanya.[] (*sar)

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.